Penggunaan Energi, (Listrik, penghematan energi, membuat karya, bel listrik, lampu lalu lintas)

Penggunaan Energi


Berbagai sumber energi dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Salah satunya adalah energi listrik.

Listrik sangat penting dan besar manfaatnya bagi kehidupan manusia. Listrik digunakan untuk mengoperasikan peralatan dalam kehidupan sehari-hari.

Akan tetapi, sumber energi listrik yang tersedia di bumi ini jumlahnya terbatas. Untuk itu, kita harus menghemat penggunaan energi listrik. Persediaan energi dapat habis jika kita berlebihan dalam memanfaatkannya. Kita akan mempelajari tentang penggunaan energi listrik dan cara menghemat energi.

A. Penggunaan Energi Listrik

Coba perhatikan peralatan yang ada di rumahmu. Peralatan apa saja yang menggunakan energi listrik?

Peralatan-peralatan tersebut akan membuat pekerjaan kita lebih mudah dan cepat. Coba bayangkan, apa jadinya jika persediaan energi listrik itu habis.

Saat listrik padam, manusia akan kesulitan melakukan aktivitasnya. Jika lampu padam, keadaan sekitar  menjadi gelap. Kita tidak dapat menggunakan alat-alat listrik seperti televisi, setrika, dan mesin cuci.

Peralatan listrik memudahkan kegiatan yang kita lakukan. Dengan mesin cuci, kita tidak perlu bersusah payah mencuci pakaian dengan tangan. Dengan kipas angin, kita tak perlu lelah menggerak-gerakkan tangan menggunakan kipas tangan.

Dulu, orang menyetrika menggunakan arang kayu. Butuh waktu yang cukup lama untuk membuat arang membara. Kebersihannya pun tidak terjaga. Saat ini, setrika listrik membuat pekerjaan menyeterika lebih mudah, praktis, dan bersih.

Bahan makanan menjadi awet dan tidak cepat membusuk dengan adanya lemari pendingin. Selain kipas angin, AC (air conditioner) juga dapat digunakan sebagai pendingan ruangan. Akan tetapi, kita harus berhati-hati dalam menggunakan alat-alat listrik tersebut.

Apabila kita menggunakannya dengan cara yang salah, kita dapat tersetrum. Hal ini sangat berbahaya. Kebakaran rumah juga dapat terjadi karena korsleting listrik.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan listrik guna menjaga keselamatan adalah:
  1. Tangan dan anggota tubuh kita tidak boleh basah saat menggunakan alat listrik. Kulit yang basah dapat bersifat konduktor listrik.
  2. Stopkontak dan steker harus tetap dijaga kering. Jangan sampai terkena air. Air merupakan konduktor listrik yang baik. 
  3. Selain steker, stopkontak tidak boleh dimasuki benda lainnya. 
  4. Kabel tidak boleh terkelupas. Jika kabel terkelupas, sebaiknya jangan digunakan atau diperbaiki.


Ada juga peralatan di rumah kita yang menggunakan energi dari bahan bakar. Misalnya, minyak tanah yang digunakan untuk menyalakan kompor minyak. Gas berfungsi untuk menyalakan kompor gas.

Bensin berfungsi untuk menyalakan kendaraan bermotor. Selain itu, ada juga solar yang digunakan untuk menggerakkan diesel, truk, dan bus. Kompor gas memang lebih praktis dan bersih dibanding kompor minyak.

B. Penghematan Energi

Energi listrik harus dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Kita tidak boleh berlebihan ketika menggunakan energi listrik di rumah. Pemborosan akan merugikan kita. Pembangkit listrik menggunakan sumber energi  pengganti seperti air, panas matahari, dan angin, pembangkit listrik juga menggunakan sumber energi dari bahan bakar fosil.

Misalnya, minyak bumi dan batu bara. Minyak bumi dan batu bara adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Sumber daya ini akan habis jika digunakan terus-menerus. Oleh karena itu, pemborosan energi listrik harus dihindari.

Pemborosan juga membuat orang tua kita harus membayar tagihan listrik yang mahal. Tidak hanya energi listrik, penghematan bahan bakar minyak (BBM) juga dilakukan. Bahan bakar yang digunakan pada kendaraan bermotor dapat mengakibatkan polusi udara. Kendaraan-kendaraan tersebut mengeluarkan gas buangan yang beracun.

Dengan menghemat penggunaan bahan bakar, berarti gas buangan yang dihasilkan juga berkurang. Akibatnya, udara menjadi lebih bersih daripada biasanya. Penghematan energi juga akan menghemat biaya.

Penggunaan Energi, (Listrik, penghematan energi, membuat karya, bel listrik, lampu lalu lintas)

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghemat energi adalah sebagai berikut.
  1. Matikan lampu saat tidur dan meninggalkan kamar mandi. 
  2. Matikan televisi jika tidak ditonton lagi. 
  3. Setrika dilakukan dengan jumlah pakaian yang sekaligus banyak. 
  4. Gunakan alat-alat listrik yang hemat energi. Lampu neon lebih tahan lama dan nyalanya lebih terang dibandingkan lampu pijar.

C. Membuat Karya yang Menggunakan Energi Listrik


1. Membuat Model Lampu Lalulintas

Pernahkah kamu melihat lampu lalu lintas? Lampu lalu lintas sering kita jumpai di jalan raya. Lampu lalu lintas terdiri atas tiga warna, yaitu merah, kuning, dan hijau. Tentu kamu sudah mengerti arti dari simbol warna-warna tersebut.

Dapatkah kamu menyebutkannya? Lampu lalu lintas juga menggunakan energi listrik. Akibatnya, lampu menyala secara bergantian sesuai dengan warnanya. Untuk mengetahui cara kerja dari lampu lalu lintas, mari lakukan kegiatan berikut.

LAMPU LALU LINTAS

Bentuklah sebuah kelompok kecil beranggotakan 3–4 orang anak. Selanjutnya, lakukan kegiatan berikut ini.

Jalinlah kerja sama yang baik antar anggota kelompok. Alangkah baiknya jika kalian menunjuk ketua dalam kelompok.

Model Lampu Lalu Lintas
Model Lampu Lalu Lintas
Diskusikanlah hasil pengamatan kalian bersama-sama.

Tujuan
Siswa mampu membuat model lampu lalu lintas.

Alat dan bahan
• Bola lampu tiga buah masing-masing memiliki tegangan 3,8 V (merah, kuning, dan hijau)
• Fiting (tempat bola lampu) tiga buah
• Batu baterai bertegangan 1,5 V tiga buah
• Kardus
• Pines (paku payung)
• Plat aluminium dari kaleng bekas (panjang 8 cm, lebar 1,5 cm)
• Perekat
• Kabel 3 meter, potong menjadi 6 buah

Langkah-langkah

  1. Buatlah kotak dari kardus dengan ukuran panjang 25 cm,lebar 10 cm, dan tinggi 5 cm 
  2. Buat lubang disisi kanan dan sisi kiri kotak, masing-masing tiga buah. Kemudian buatlah lingkaran dengan diameter 5 cm. 
  3. Rekatkan fiting pada lingkaran yang sudah dibuat (Gambar 1). 
  4. Susun 3 buah baterai dengan rangkaian seri (Gambar 2). 
  5. Hubungkan masing-masing bagian positif fiting lampu ke paku pines. Bagian negatif fiting lampu dihubungkan ke kutub negatif baterai. Kutub positif baterai dihubungkan ke plat kaleng bekas (Gambar 3). 
  6. Balik posisi kardus dan pasanglah bola lampu pada fiting. Susunan bola lampu dari atas ke bawah, merah, kuning, dan hijau. 
  7. Nyalakan lampu. Caranya, hubungkan plat kaleng dengan paku payung sesuai warna yang dikehendaki. Plat kaleng dan paku payung berfungsi sebagai saklar. 
  8. Supaya mirip dengan lampu lalu lintas, pasanglah hasil karyamu pada sebuah tiang.


Catatan:
Untuk menjaga keamanan, mintalah bantuan dan pengawasan gurumu.

Arus listrik mengalir pada rangkaian saat plat kaleng dihubungkan dengan paku payung. Saat paku payung yang berhubungan dengan lampu kuning dihubungkan dengan plat kaleng. Dua lampu lainnya tidak menyala. Tahukah kamu, mengapa lampu lalu lintas dibuat rangkaian paralel?

2. Membuat Model Bel Listrik

Bel listrik biasanya dipasang di dekat pintu. Bel listrik memudahkan orang yang ingin bertamu untuk memanggil tuan rumah. Seringkali, penghuni rumah tidak mendengar tamu yang mengetuk pintu atau mengucapkan salam.

Dengan bel listrik, tuan rumah akan mendengar panggilan tamu meskipun berada di belakang rumah. Sekarang ini, kita akan melakukan percobaan membuat bel listrik.

MEMBUAT BEL LISTRIK
rangkaian bel listrik
rangkaian bel listrik

Tujuan
Siswa mampu memahami langkah-langkah membuat bel listrik.

Alat dan bahan
• Kaleng susu bekas (1 buah)
• Baterai (3 buah)
• Plat seng sepanjang 10 cm (2 buah)
• Baut 7 cm (1 buah)
• Batang besi elastis dengan panjang 8 cm (1 buah)
• Kawat email dengan panjang 2 m
• Perekat
• Karet

Langkah-langkah

  1. Lilitkan kawat email pada baut. Bakar ujung kawat dan sambungkan ke rangkaian lain seperti pada gambar. 
  2. Susun baterai secara seri. 
  3. Hubungkan rangkaian baterai pada kaleng dan kumparan pada baut. 
  4. Buatlah lubang plat seng untuk disambungkan pada kumparan kawat. Hubungkan plat seng lainnya dengan besi elastis. 
  5. Letakkan pemukul pada besi elastis. 
  6. Ujilah model bel listrik yang kamu buat dengan cara menghubungkan saklar.

Catatan:
• Berhati-hatilah saat menggunakan peralatan di atas karena dapat melukaimu.
• Kegiatan ini hendaknya dilakukan di bawah pengawasan guru.

Arus akan mengalir melewati kumparan pada rangkaian saat saklar dihubungkan. Besi elastis ditarik oleh kumparan pada baut karena kumparan tersebut bersifat magnet. Hal ini menyebabkan hubungan arus listrik terputus sesaat. Setelah itu, besi akan kembali ke posisi semula dan memukul kaleng. Kejadian tersebut terjadi terus-menerus.

Ingat Kembali


  1. Gaya adalah tarikan atau dorongan yang diberikan pada suatu benda. 
  2. Gaya dapat menyebabkan gerak pada benda. 
  3. Pengaruh gaya terhadap benda dapat diamati pada jungkat-jungkit, ketapel, dan alat panah. Kerekan bendera, alat timba air, mesin jahit, dan sepeda juga menggambarkan hal tersebut. 
  4. Gerak benda dipengaruhi oleh besarnya gaya yang diberikan pada benda. Semakin besar gaya yang diberikan, semakin cepat benda itu bergerak. 
  5. Benda yang dapat menimbulkan arus listrik disebut sumber energi listrik. 
  6. Sumber energi listrik antara lain baterai, aki, generator, dan dinamo sepeda. 
  7. Arus listrik hanya mengalir pada rangkaian tertutup. Sebaliknya, pada rangkaian terbuka arus listrik tidak dapat mengalir. 
  8. Konduktor listrik adalah benda-benda yang dapat menghantarkan arus listrik. Misalkan besi, baja, timah, dan kayu basah. 
  9. Isolator listrik adalah benda-benda yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Misalnya, kayu yang kering, kain, plastik, dan kaca. 
  10. Energi listrik dapat diubah menjadi bentuk energi lain. 
  11. Bola lampu dan lampu senter dapat mengubah energi listrik menjadi energi cahaya. 
  12. Kipas angin dan blender dapat mengubah energi listrik menjadi energi gerak. 
  13. Radio dan klakson dapat mengubah energi listrik menjadi energi bunyi. 
  14. Setrika dan solder dapat mengubah energi listrik menjadi energi panas. 
  15. Penghematan energi harus dilakukan karena sumber energi yang tersedia di bumi jumlahnya terbatas. 
  16. Energi listrik digunakan untuk mengoperasikan alat-alat listrik di rumah seperti lampu, televisi, dan setrika. 
  17. Alat-alat listrik memudahkan pekerjaan dan membuat kehidupan manusia lebih mudah. 
  18. Pembangkit listrik menggunakan sumber energi pengganti. Pembangkit listrik juga ada yang menggunakan sumber energi bahan bakar. Misalnya, minyak bumi dan batu bara. Bahan bakar termasuk sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dan dapat habis. 
  19. Penghematan energi dapat mengurangi pencemaran dan menghemat biaya.