Pemenggalan Kata, Imbuhan Akhiran Berikut Contoh Lengkap

Sahabat Pembelajaranku, pada kesempatan yang baik ini mari kita belajar bersama-sama mengenai pemenggalan kata.

Pemenggalan kata yang tidak tepat akan memberikan arti yang berbeda pada kata tersebut. Oleh karena itu pada materi ini sangat penting untuk dikuasai.

Mari Kita mulai pembelajaran ini.

Berikut adalah pembahasan tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) sebagai penyempurnaan EYD yang ditetapkan pemerintah mengenai: Pemenggalan kata, contoh pemenggalan kata, imbuhan akhiran, contoh imbuhan akhiran.

Pemenggalan Kata

Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut.

Jika Di Tengah

Jika di tengah kata ada vokal yang berurutan, pemenggalan itu dilakukan di antara kedua huruf vokal itu.

Misalnya:

au-la               bukan             a-u-la
sau-dara          bukan             sa-u-da-ra
am-boi             bukan            am-bo-i
mas-jid            bukan            m-a-s-jid


Jika di Tengah Kata Ada Huruf Konsonan

Jika di tengah kata ada huruf konsonan, termasuk gabungan huruf konsonan, di antara dua buah huruf vokal, pemenggalan dilakukan sebelum huruf konsonan.

Misalnya:

ba-pak, ba-rang, su-lit, la-wan, de-ngan, ke-nyang, mu-ta-khir

Pemenggalan Kata, Imbuhan Akhiran Berikut Contoh Lengkap

Jikan di tengah ada dua huruf konsonan yang berurutan

Jikan di tengah ada dua huruf konsonan yang berurutan, pemenggalan dilakukan di antara kedua huruf konsonan itu. gabungan huruf konsonan tidak pernah diceraikan.

Misalnya:

man-di, som-bong, swas-ta, ca-plok Ap-ril, bang-sa, makh-luk


Jika di tengah kata ada tiga buah huruf konsonan atau lebih,

pemenggalan dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua.

Misalnya:

in-stru-men, ul-tra, in-fra, bang-krut, ben-trok ikh-las


Imbuhan akhiran

Imbuhan akhiran dan imbuhan aalan, termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk serta partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya, dapat dipenggal pada pergantian baris.

Misalnya:

makan-an, me-rasa-kan, mem-bantu, pergi-lah

Catatan:
  1.  Bentuk dasar pada kata turunan sedapat-dapatnya tidak dipenggal.
  2. Akhiran -i tidak dipenggal.
  3. Pada kata yang berimbuhan sisipan, pemenggalan kata dilakukan sebagai berikut Misalnya: te-lun-juk, si-nam-bung, ge-li-gi

Jika suatu kata terdiri atas lebih dari satu unsur dan salah satu unsur itu dapat bergabung dengan unsur lain, pemenggalan dapat dilakukan (1) di antara unsur-unsur itu atau (2) pada unsur gabungan itu sesuai dengan kaidah di atas.

Misalnya:

Bio-grafi, bi-o-gra-fi
Foto-grafi, fo-to-gra-fi
Intro-speksi, in-tro-spek-si
Kilo-gram, ki-lo-gram
Pasca-panen, pas-ca-pa-nen

Keterangan:
Nama orang, badan hukum, dan nama dari yang lain disesuaikan dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, kecuali jika ada pertimbangan khusus.

Subscribe to receive free email updates: