Karakteristik Pembelajaran Bahasa Inggris

pembelajaranku.com
pembelajaranku.com
Baik, kesempatan yang baik ini mari kita belajar bersama memahami karakteristik pembelajaran bahasa Inggris, sekaligus belajar inggris dengan mudah, pada pelajaran bahasa inggris saat ini kita mengenal karekteristik untuk memudahkan belajar bahasa inggris belajar bhs inggris / belajar english.

8 Karakteristik Pembelajaran Bahasa Inggris


1. Kompetensi Bahasa Inggris

Kemampuan menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi dalam wacana interpersonal, transaksional, dan fungsional dengan menunjukkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan berikut ini.

  • Perilaku berbahasa Inggris yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, jujur dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. 
  • Pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural tentang fungsi sosial, struktur makna (urutan makna dalam teks atau yang selama ini kita kenal dengan istilah struktur teks), dan unsur kebahasaan berbagai teks dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian yang tampak mata. 
  • Keterampilan menangkap makna dan menyusun teks lisan dan tulis dengan kritis melalui kegiatan berbicara, menyimak, membaca, dan menulis tentang yang dipelajari di sekolah dan sumber lain sejenis.

2. Fungsi Pembelajaran Bahasa Inggris

Mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki kompetensi komunikatif dalam wacana interpersonal, transaksional, dan fungsional, dengan menggunakan teks berbahasa Inggris lisan dan tulis, secara runtut dengan menggunakan unsur kebahasaan yang akurat dan berterima, tentang berbagai pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural, serta menanamkan nilai-nilai luhur karakter bangsa, dalam konteks kehidupan di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.

3. Karakteristik Teks

  • Alat komunikasi, berpikir, dan bercitarasa. Bermakna dan bertujuan untuk melaksanakan suatu fungsi nyata bagi penggunanya. 
  • Mengomunikasikan pengetahuan faktual, prosedural, konseptual terkait bidang keilmuan yang dipelajari maupun proses pembelajarannya. 
  • Teks ditentukan oleh (1) tujuan atau fungsi sosial yang hendak dicapai (2) struktur makna pembentuk teks (struktur teks) dan (3) unsur kebahasaan. Semua disesuaikan dengan tuntutan kontekstual. 
  • Fungsi sosial adalah tujuan, manfaat, dan dampak dari pemahaman dan penggunaan teks bagi kehidupan peserta didik. 
  • Struktur teks terkait dengan kelengkapan dan koherensi atau struktur logis teks, yang dapat menunjang perkembangan pengetahuan prosedural berbahasa Inggris. 
  • Unsur kebahasaan mencakup kosa kata, tata bahasa, ucapan, tekanan kata, ejaan, dan tanda baca yang diperlukan untuk menyatakan setiap makna. 
  • Konteks mengintegrasikan tiga aspek: (1) topik pembicaraan, (2) hubungan fungsional antarpeserta komunikasi, (3) moda komunikasi yang digunakan (misalnya, lisan atau tulis). 
  • Karena tuntutan kontekstual, setiap jenis teks (genre) terwujud dalam bentuk teks yang beragam dalam hal fungsi, struktur teks, dan unsur kebahasaannya.

4. Proses Pembelajaran

  • Pembiasaan dan pembudayaan, dengan menggunakan banyak contoh dan keteladanan dalam ketepatan dan keberterimaan isi makna maupun struktur teks dan unsur kebahasaan dari teks yang diucapkan, disimak, dibaca, ditulis, termasuk perilaku dalam konteks penggunaannya. 
  • Interaksi antarpeserta didik dan antara peserta didik dan guru dan sumber belajar, yang memadukan inisiatif dan keaktifan diri, kerja sama dalam kelompok, dan keteladanan serta bimbingan profesional dari guru melalui berbagai pendekatan yang sesuai dan tepat. 
  • Upaya mengomunikasikan informasi faktual (terkait dengan topik komunikasi), informasi prosedural (terkait dengan langkah-langkah melaksanakan suatu proses), dan informasi konseptual (terkait dengan pemahaman terhadap fungsi sosial, struktur, dan unsur kebahasaan teks). 
  • Pengembangan sikap, kemampuan, dan keterampilan menghadapi keberagaman dan perbedaan dalam hal fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan dari beragam teks yang mewujudkan setiap genre. 
  • Upaya pengembangan sikap spiritual dan sosial, pengetahuan faktual, prosedural, dan konseptual, dan keterampilan berpikir untuk menangkap makna dan menyusun teks dalam berbagai kegiatan pembelajaran yang aktif, interaktif, kreatif, menantang, dan menyenangkan. 
  • Pembentukan dan pengembangan pengetahuan secara aktif (knowledge building) oleh peserta didik, pendidik, dan semua pihak yang terlibat dalam proses pendidikan tersebut yang berlangsung secara terus menerus dan berkesinambungan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

5. Pembelajaran Aspek Sikap

  • Pengembangan perilaku religius, jujur, disiplin, bertanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dapat dilaksanakan melalui isi dan pesan dalam teks maupun penggunaannya. 
  • Teks yang digunakan sebagai bahan ajar dan yang dihasilkan peserta didik perlu memuat pesan-pesan positif melalui topik-topik yang sesuai. 
  • Teks digunakan untuk melaksanakan tindakan komunikatif yang dilakukan peserta didik dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. 
  • Proses pembelajaran dapat menjadi wahana untuk melatih peserta didik untuk menunjukkan semua perilaku yang diharapkan.

6. Pembelajaran Aspek Pengetahuan

  • Pembelajaran pengetahuan faktual dapat dikaitkan dengan topik komunikasi. Bahan ajar mencakup topik-topik yang terkait dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata. Penentuan teks yang akan digunakan atau dihasilkan peserta didik juga perlu diarahkan untuk menumbuhkan sikap menghargai dan menghayati nilai-nilai agama dan sosial, termasuk perilaku jujur, disiplin, bertanggung-jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. 
  • Pembelajaran pengetahuan prosedural dapat dikaitkan dengan langkahlangkah keilmuan maupun proses belajar dan pembelajaran. Pada ranah keilmuan, pengetahuan prosedural berbahasa Inggris tercermin pada cara menyusun makna untuk memahami teks atau menghasilkan teks terkait dengan tujuan komunikatif yang hendak dicapai. Pengetahuan prosedural terkait dengan proses pembelajaran dipelajari melalui perencanaan dan pelaksanaan langkah-langkah pembelajaran untuk melaksanakan setiap tugas atau proyek. 
  • Pembelajaran pengetahuan konseptual menyangkut pengetahuan eksplisit tentang fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks yang diperlukan untuk dapat memahami dan menghasilkan teks yang bermakna.

7. Pembelajaran Aspek Keterampilan

  • Pengembangan keterampilan ‘menangkap makna’ dan ‘menyusun teks’, dalam bentuk kegiatan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. 
  • Makna ‘menangkap makna’ tidak identik dengan tindakan reseptif menyimak dan membaca. Misalnya, agar peserta didik menangkap makna suatu cerita, menyimak saja sering tidak cukup. Bertanya jawab secara lisan (berbicara) tentang isinya seringkali diperlukan. Dengan menyalin untuk mempublikasikan cerita tersebut di majalah dinding berpotensi meningkatkan pemahaman terhadap isi cerita. 
  • Makna ‘menyusun teks’ juga tidak identik dengan tindakan produktif berbicara dan menulis teks. Jigsaw puzzle dan menyusun kalimat yang tersusun secara acak menjadi paragraf yang koheren adalah contoh penyusunan teks dengan cara membaca. 
  • Penyediaan kesempatan sebanyak-banyaknya kepada peserta didik untuk menyimak, berbicara, membaca, dan menulis teks-teks autentik atau mendekati autentik, secara bermakna dan terintegrasi secara wajar. 
  • Upaya menerapkan pengetahuan faktual, pengetahuan prosedural, dan pengetahuan konseptual dalam bentuk tindakan komunikatif dan interaktif antarpeserta didik dan antara peserta didik dan pendidik.

8. Model-Model Pembelajaran

Dipilih dan digunakan sesuai dengan tujuan, karakteristik materi yang dipelajari, ketersediaan media dan sumber pembelajaran, alokasi waktu, dan sebagainya.
  • Model pembelajaran berbasis keilmuan terdiri dari lima langkah, yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan 
  • Model pembelajaran ‘Teaching-Learning Cycle’, terdiri dari tiga langkah: deconstruction of text, joint construction of text, dan independent construction of text. Model ini bertujuan untuk mempelajari teks yang memiliki isi dan/atau bentuk yang dianggap ideal untuk dijadikan model yang perlu ditiru atau diikuti. 
  • Model pembelajaran behavioristik, terdiri dari langkah stimulus, respons, reinforcement. 
  • Model pembelajaran PPP, terdiri dari presentation, practice, production. 
  • Model pembelajaran content-based learning, mengintegrasikan tugastugas di mata pelajaran lain dengan tugas-tugas di mata pelajaran Bahasa Inggris. Model ini memerlukan team teaching yang kuat, dengan langkah-langkah kerja yang dirancang bersama, oleh para guru yang terlibat. Peserta didik juga perlu berperan serta dalam proses perencanaan dan pelaksanaannya. 
  • Model pembelajaran berbasis tugas (task-based), terdiri dari pre-task, during task, dan post-task. 
  • Model pembelajaran project-based learning, dimulai dengan mengajukan pertanyaan, membuat rancangan proyek, membuat jadwal, memonitor pelaksanaan proyek, mengukur hasil, dan menilai pengalaman yang diperoleh.
Alokasi Waktu
1 tahun              : 2 Semester, 36 Minggu, 72 Pertemuan
1 semester         : 18 minggu, 36 Pertemuan
1 minggu            : 2 Pertemuan, 4 Jam Pelajaran         
1 pertemuan       : 2 Jam Pelajaran
1 jam pelajaran   : 40 Menit
1 tahun              : 8 Bab
1 semester         : 4 Bab
           
Peta Sebaran Materi Bahasa Inggris Kelas VII SMP/MTs
Peta Sebaran Materi Bahasa Inggris
Peta Sebaran Materi Bahasa Inggris

Kegiatan Remedial dan Pengayaan

  • Guru perlu menyesuaikan alokasi waktu dengan kemampuan peserta didik yang sebenarnya. 
  • Bagi peserta didik yang belum mencapai target pembelajaran pada waktu yang telah dialokasikan, perlu diberikan kegiatan remedial. 
  • Bagi peserta didik yang telah mencapai target pembelajaran sebelum waktu yang telah dialokasikan berakhir, perlu diberikan kegiatan pengayaan. 
  • Penambahan kegiatan remedial dan pengayaan perlu disesuaikan dengan karakter peserta didik dan lingkungan sekolah masing-masing. 

Media Pembelajaran

  • Media pembelajaran adalah alat yang digunakan dalam pembelajaran, meliputi alat bantu pembelajaran dan sarana pembawa pesan dari sumber belajar ke penerima pesan belajar (peserta didik). 
  • Media belajar dalam hal-hal tertentu dapat mewakili guru menyajikan informasi belajar kepada peserta didik. 
  • Peserta didik perlu dilibatkan secara aktif dalam menyiapkan dan mengadakan media pembelajaran, untuk meningkatkan kebermaknaan, rasa memiliki, dan antusiasme belajar. 
  • Tidak ada satu media yang selalu unggul untuk semua tujuan. 
  • Media apapun yang hendak digunakan, sasaran akhirnya yaitu untuk memudahkan belajar peserta didik. 
  • Penggunaan berbagai media dalam satu kegiatan pembelajaran bukan hanya sekadar selingan/pengisi waktu atau hiburan, melainkan mempunyai tujuan yang menyatu dengan pembelajaran yang sedang berlangsung. 
  • Penggunaan multimedia tidak berarti menggunakan media yang banyak sekaligus, tetapi media tertentu dipilih untuk tujuan tertentu dan media yang lain untuk tujuan yang lain pula. 

Sumber Belajar

  • Sumber belajar adalah semua (orang, bahan, data, pesan) yang berada di lingkungan sekitar peserta didik yang berfungsi mengoptimalkan proses dan hasil belajar untuk mencapai kompetensi (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) yang telah ditentukan. 
  • Orang-orang yang dapat menjadi sumber belajar bahasa Inggris antara lain guru Bahasa Inggris, guru lain, orang tua, kerabat, dan siapa saja di lingkungan peserta didik yang memiliki penguasaan bahasa Inggris yang baik, termasuk peserta didik lain. Dari orang-orang tersebut banyak yang dapat dipelajari peserta didik, misalnya cara membacakan cerita, cara menyanyikan lagu, cara membuat surat, cara pengucapan, cara penulisan kata, penggunaan ungkapan, penggunaan sikap, dan sebagainya. Pada zaman dahulu, guru dianggap sebagai sumber belajar utama, tetapi seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, guru tidak dapat lagi dianggap sebagai sumber belajar utama. Namun demikian guru masih tetap diharapkan sebagai sumber belajar yang sangat penting bagi peserta didik untuk belajar bahasa Inggris dalam berbagai aspeknya. 
  • Lingkungan sekitar peserta didik, di rumah, di kelas, di sekolah, di kampung, di kota, dan seterusnya tidak jarang menjadi sumber berbagai benda, tayangan, dan kegiatan dalam bahasa Inggris, lisan maupun tulis, yang diperlukan peserta didik untuk mempelajari sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang disebutkan dalam KI dan KD. 
  • Teknologi informasi dan komunikasi, terutama dengan internet (Google, blog, e-mail, social media, seperti Yahoo Messenger, Facebook Messenger, Twitter, What’s App, Line, WeChat, KakaoTalk, maupun BlackBerry Messenger), pada saat ini dapat dikatakan sebagai sumber dari segala sumber belajar. TIK memungkinkan tersedianya sumber belajar yang paling lengkap, kaya, mutakhir, serta dilaksanakannya berbagai bentuk komunikasi yang selanjutnya juga akan menyediakan sumber-sumber belajar lain.
pembelajaranku.com

Subscribe to receive free email updates: