13 PETUNJUK PRAKTIS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

pembelajaranku.com
pembelajaranku.com

PETUNJUK PRAKTIS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Memberikan petunjuk praktis untuk memahami prinsip-prinsip pembelajaran dan cara-cara praktis untuk melaksanakan proses pembelajaran, mulai dari tahap observasi sampai dengan mengomunikasikan. Pelajarilah setiap petunjuk secara cermat dan upayakan untuk dapat melaksanakan setiap petunjuk secara konsisten. 

Petunjuk praktis ini diperlukan untuk menghindari pengulangan penjelasan melaksanakan setiap langkah, karena langkah-langkah pembelajaran yang disebutkan di sini akan selalu digunakan untuk pembelajaran setiap bab.

1. Penggunaan Kamus

Untuk dapat melaksanakan setiap langkah, kamus harus selalu tersedia dan digunakan secara aktif oleh guru maupun oleh peserta didik, dalam setiap kegiatan pembelajaran di kelas. Pastikan agar tersedia kamus yang berkualitas baik, yaitu yang memberikan informasi tentang beberapa hal berikut.
- Makna kata
- Cara pengucapan kata
- Penempatan tekanan kata
- Cara pemenggalan kata menjadi suku kata
- Contoh penggunaan kata secara gramatikal
- Gambar untuk memperjelas maksud kata

Pastikan juga peserta didik memiliki kamus untuk digunakan di rumah, meskipun kamus sederhana. + jika memang semuanya memungkinkan, pastikan kamus yang digunakan adalah kamus lengkap.

Bagi guru, kamus perlu digunakan sebagai rujukan utama untuk dapat memberikan model pemaknaan dan pengucapan setiap kata dengan sebaik-baiknya. Perlu ditekankan pentingnya memperhatikan penempatan tekanan kata yang benar, agar terhindar pemodelan penyebutan kata secara salah. 

Di samping itu, guru juga perlu memperhatikan cara pemenggalan kata menjadi suku kata. Kedua aspek tersebut selama ini tidak dianggap penting dan bahkan luput dari perhatian banyak guru. Bagi peserta didik, kamus memungkinkan untuk dapat belajar secara mandiri.

Prinsip Pembelajaran
Prinsip Pembelajaran

2. Suasana Pembelajaran


Suasana pembelajaran perlu diupayakan berlangsung secara alami di dalam dan di luar kelas, dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama. 

Buatlah suasana belajar yang kondusif bagi peserta didik untuk menanya, memberikan komentar, memberikan saran terkait dengan materi dan proses pembelajaran ini.

Bahasa Inggris adalah bahasa pengantar utama, dan penggunaannya secara intensif mendukung proses pembiasaan dan pembudayaan. Peserta didik maupun guru perlu mempertahankan penggunaan bahasa Inggris selama proses pembelajaran di dalam maupun di luar kelas.

Salah satu cara agar bahasa Inggris dipertahankan sebagai bahasa pengantar selama proses pembelajaran, peserta didik maupun guru dapat memulai percakapan, menanggapi, dan bertanya dengan menggunakan kata, frasa, klausa, kalimat, dan paragraf yang terdapat di dalam buku siswa maupun buku guru.

3. Memandu untuk Membuka Pelajaran per Bab 


Teknik ini bertujuan menimbulkan kesadaran peserta didik akan materi yang akan dipelajari pada setiap bab. Kegiatan ini memberikan makna pada gambar dan tujuan pembelajaran yang tertera di halaman pertama setiap bab.

Mulailah dengan mengajak peserta didik memaknai gambar di halaman pembukaan tersebut, dengan menggunakan pertanyaan atau instruksi yang sesuai.Buatlah pertanyaan dan pernyataan untuk menghubungkan atau mengantarkan pada tujuan pembelajaran, atau lebih tepatnya fungsi sosial materi yang akan dipelajari pada bab yang bersangkutan.

Pastikan setiap peserta didik mengucapkan setiap fungsi dengan tegas dan lantang, dimulai dengan menirukan Anda, dan kemudian menyebutkan sendiri yang tertera di halaman pembukaan. Hal ini sangat perlu agar mereka benar-benar memahami dan menghayati setiap fungsi.

Lakukan itu semua sampai Anda yakin peserta didik telah benarbenar menyadari bahwa kegiatan apapun yang akan mereka lakukan nanti bertujuan untuk mencapai fungsi sosial yang disebutkan di halaman tersebut.

4. Memandu untuk Mengamati dan Menanya


Kegiatan mengamati dan menanya diintegrasikan karena keduanya saling mendukung: pada saat pengamatan peserta didik akan menemui banyak hal baru sehingga perlu diberi kesempatan untuk menanya (boleh dengan bahasa Indonesia). Dengan menanya, peserta didik akan mendapatkan jawaban dan balikan, sehingga akan meningkatkan kecermatan pengamatan terhadap ciri khas teks.

Tahap ini bertujuan mengenalkan teks yang akan dipelajari di setiap Bab, dalam konteks penggunaan yang autentik atau mendekati autentik, dengan sewajarnya seperti dalam kehidupan sehari-hari. Untuk dapat ‘mengenal’ dengan baik, peserta didik perlu mengamati banyak teks contoh, secara aktif, dalam kegiatan yang bervariasi, berulang-ulang, dan melibatkan penggunaan lebih dari satu indera.

  • Memainkan peran tokoh dengan memeragakan secara lisan pesan yang dikatakan tokoh dalam gambar secara bermakna dengan intonasi, jeda, ucapan, dan tekanan kata yang tepat. 
  • Menyalin dengan tulisan tangan ke dalam buku catatan peserta didik pernyataan tokoh yang telah diperagakan secara lisan dalam kegiatan menyalin sambil melengkapi bagian-bagian yang dirumpangkan. Dapat dikerjakan sebagai pekerjaan rumah (PR) sebelum atau sesudah kegiatan bermain peran, sehingga tidak terlalu memakan waktu belajar di kelas. Kegiatan ini juga dapat dikerjakan di kelas, sehingga peserta didik dapat berkolaborasi dengan teman atau mendapat bimbingan guru. Gurulah yang paling tahu di mana kegiatan menyalin dengan tulisan tangan ini sebaiknya dilakukan. 
  • Melakukan refleksi terhadap hasil pengamatannya. Untuk melakukan, peserta didik digunakan kotak pengarah. Di dalamnya terdapat ungkapan eksplisit tentang hal-hal penting yang diperlukan untuk membandingkan obyek satu dengan lainnya.


5. Fokus Pengamatan

Fokus pengamatan adalah pada isi pesan, bukan pada teori tentang teks yang bersangkutan. Struktur teks dan unsur kebahasaan juga belum perlu dibahas dari aspek bentuknya. Untuk mempertajam pengamatan, peserta didik dapat diarahkan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut.

FUNGSI SOSIAL
Apa maksud atau fungsi sosial yang hendak dicapai?

STRUKTUR TEKS
Bagaimana bagian-bagian teks diurutkan secara logis dan runtut
untuk mencapai maksud atau fungsi sosial teks?

UNSUR KEBAHASAAN
Ungkapan, kosakata, dan tata bahasa pada materi yang dipilih untuk
mencapai maksud dan fungsi sosial teks dan bagaimana unsur
kebahasaan (ucapan, tekanan kata, intonasi, ejaan, huruf besar, dan
tanda baca) digunakan dalam bahasa lisan dan tulis?

SIKAP
Bagaimana sikap pembicara atau penulis menggunakan teks dalam
mencapai maksud atau fungsi sosialnya?

TOPIK
Topik apa yang diusung oleh teks?

Guru Sebagai Model
Guru Sebagai Model

6. Menanya


Tujuan: Peserta didik mengembangkan rasa ingin tahu dan sikap kritis, yang sangat dibutuhkan untuk mendapatkan hasil pengamatan yang baik. Pada saat yang sama peserta didik juga belajar membiasakan diri bertanya dalam bahasa Inggris secara wajar dan bermakna.

Cara belajar: peserta didik sebaiknya langsung dibiasakan untuk menggunakan ungkapan tersebut secara bermakna, tanpa perlu dijelaskan tata bahasanya.

Masalah yang sering dihadapi peserta didik adalah makna kata, dalam bentuk padanan kata dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, atau sebaliknya. 

Untuk itu peserta didik perlu dibiasakan menggunakan pertanyaan, misalnya:

What is ‘manggis’ in English?
What is ‘donkey’ in Indonesian?

Masalah lain yang ditemui peserta didik adalah cara mengucapkan kata, termasuk meletakkan tekanan kata dengan benar. Untuk itu peserta didik perlu dibiasakan menggunakan pertanyaan, misalnya: 

How do we say this word?

Respon atas pertanyaan tersebut bukan hanya pengucapan bunyi demi bunyi, tetapi juga tekanan kata pada suku kata yang tepat. Suruh peserta didik untuk menirukan Anda sampai mencapai ketepatan maksimal.

Masalah lain yang juga ditemui peserta didik adalah cara menuliskan atau menggunakan ejaan yang benar. Untuk itu peserta didik perlu dibiasakan menggunakan pertanyaan, misalnya:

How do you spell the word?

7. Memandu untuk Bermain Peran


Tujuan: Peserta didik belajar memainkan peran tokoh dengan memeragakan secara lisan pernyataan dan pertanyaan tokoh dalam gambar atau percakapan tertulis secara bermakna dengan intonasi, jeda, ucapan, dan tekanan kata yang tepat.

Guru memberikan contoh memeragakan secara lisan, secara lancar dengan intonasi yang benar, penempatan jeda yang tepat, dan dengan ucapan yang jelas, tepat, dan dengan tekanan kata yang benar.

Peserta didik menirukan guru secara klasikal dan bergantian secara kelompok dan individu, secara bergantian dan berulang, sampai peserta didik dapat memainkan peran secara bermakna, bukan dengan membaca.

Peserta didik berlatih memainkan peran secara kolaboratif dalam kerja kelompok masing-masing, agar peserta didik dapat saling membantu dan saling memberikan balikan atau koreksi. Pastikan peserta didik tidak membaca.

Guru memastikan bahwa semua peserta didik tidak membaca dan juga memahami dengan baik isi pesannya, setidaknya dari intonasi dan bahasa tubuh yang digunakan ketika mengucapkan.

8. Memandu untuk Menyalin dengan Tulis Tangan


Tujuan: Peserta didik belajar ‘menyalin’ secara bermakna pesan yang dikatakan tokoh dalam gambar, secara keseluruhan atau sebagian, dengan tulisan tangan yang jelas dan rapi, dengan ejaan, penggunaan huruf besar, dan tanda baca yang benar. Dikerjakan bukan di buku teks tetapi di buku catatan atau kertas masing-masing.

Peserta didik harus sudah memahami pesan-pesan yang ditanyakan atau yang diminta untuk dituliskan. Seharusnya peserta didik sudah paham karena biasanya telah berlatih menyatakan setiap kalimat dan ungkapan ketika bermain peran secara lisan.

Dalam buku catatan atau kertas terpisah, bukan dalam buku teks,peserta didik menuliskan pesan yang diminta secara bermakna, dalam format yang sesuai, dengan ejaan, penggunaan huruf besar, dan tanda baca yang benar. Tulisan tangan harus jelas dan rapi.

Peserta didik melaksanakan penilaian sejawat (peer evaluation), saling membantu menunjukkan kesalahan, memberi masukan, dan saling mengoreksi. Fokus pada kelengkapan kata, ejaan, penggunaan huruf besar, dan penggunaan tanda baca.

9. Memandu untuk Menyimak


Tujuan: Setiap kegiatan menyimak harus memiliki tujuan yang jelas, untuk apa informasi yang didengar akan digunakan? Pada contoh di atas, informasi yang didengar akan digunakan untuk membuat daftar aturan. Oleh karena itu, kegiatan tersebut dibarengi dengan kegiatan membuat catatan.

Peserta didik memahami topik atau materi yang akan disimak, serta menggunakan informasi yang sudah dipahami.

Guru membacakan teks secara interaktif agar peserta didik menyimak dengan terlibat aktif dan cermat dalam membangun makna. Pembacaan dilakukan secara bermakna, lantang, jelas dan benar, dengan mata menatap pada peserta didik secara merata.

Keterlibatan aktif peserta dapat bervariasi, misalnya menjawab pertanyaan guru, bertanya, menirukan, memberikan komentar, meminta mengulang, dan sebagainya sesuai dengan sifat teks yang dibacakan.

10. Memandu Melengkapi Percakapan Tertulis


Teknik ini berfungsi memberi situasi yang bermakna bagi peserta didik untuk belajar memulai dan/atau menanggapi pernyataan/pertanyaan secara bermakna pula.

Mulailah dengan mengajak peserta didik membaca situasi secara cermat agar mereka mendapatkan pemahaman yang lengkap dan benar.

Kemudian peserta didik bekerja sama untuk menentukan pernyataan/pertanyaan yang tepat.

Setiap peserta didik menuliskan keseluruhan percakapan dalam buku catatan atau pada selembar kertas dengan cara tulis tangan atau dengan komputer.

Setelah percakapan lengkap, peserta didik bermain peran (lihat panduan “Memandu untuk Bermain Peran”

11. Memandu Melaksanakan Drill


Teknik ini bertujuan melatih peserta didik memberikan respons berupa unit makna yang dinyatakan dengan bahasa Inggris baik dan benar, secara cepat dan otomatis. Cara ini biasa diterapkan untuk membentuk kebiasaan menghasilkan ujaran dengan kadar kesadaran (consciousness) yang minimal.

Drill terdiri atas tiga tahap:

Stimulus, Respons, dan Reinforcement

Stimulus adalah tanda (gambar, angka, warna, bentuk, dan sebagainya) yang dapat dipahami peserta didik untuk menghasilkan reaksi atau respons yang diharapkan. Karena sasarannya adalah respons cepat dan otomatis, satu tanda dapat digunakan berulangulang,bukan hanya pada (kelompok) peserta didik lain, tetapi bisa juga kembali ke (kelompok) peserta didik yang sama.

Respons adalah unit makna yang diharapkan dinyatakan peserta didik dengan baik dan benar, secara cepat dan otomatis. Karena sasarannya adalah kecepatan berpikir masing-masing, respons tidak harus dilakukan secara individual, tetapi bisa secara bersama-sama seluruh kelas, per kelompok menurut baris bangku tempat duduk, per kelompok menurut gender, per kelompok belajar, dan sebagainya.

Reinforcement adalah penguatan positif untuk respons yang benar (antara lain Good, Excellent, Right, tanda (+)), penguatan negatif untuk respons yang salah (antara lain No, intonasi bertanya, atau tanda (-)). Reinforcement yang salah (benar disalahkan, salah dibenarkan) dapat berakibat membentuk kebiasaan yang salah. Respons negatif harus disampaikan secara baik, tidak menyakitkan atau mempermalukan.

12. Memandu untuk Mengidentifikasi Satuan Makna dengan Menggunakan Tanda Baca yang Tepat


Tujuan: peserta didik belajar mengidentifikasi satuan-satuan makna dalam teks, dengan menandainya dengan huruf besar dan tanda baca yang tepat. Dikerjakan bukan di buku teks, tetapi di buku catatan masing-masing.

Peserta didik bekerja dengan kelompoknya berusaha mengidentifikasi setiap unit makna. Pada tahap ini peserta didik mungkin masih perlu mengatasi kesulitan kosakata dan tata bahasa.

Dalam buku catatan atau kertas terpisah, bukan dalam buku teks, peserta didik menuliskan kalimat-kalimatnya, dalam format yang sesuai, dengan ejaan, penggunaan huruf besar, dan tanda baca yang benar. Tulisan tangan harus jelas dan rapi.

Peserta didik melaksanakan penilaian sejawat (peer evaluation), saling membantu menunjukkan kesalahan, memberi masukan, dan saling mengoreksi. Fokus pada kebermaknaan, ejaan, penggunaan huruf besar, dan penggunaan tanda baca.

13. Memandu untuk Melakukan Refleksi


Tujuan: Refleksi dilakukan agar peserta didik memiliki pemahaman eksplisit tentang materi yang sedang dipelajari, setelah sebelumnya berpengalaman menggunakan materi tersebut secara langsung dalam bentuk kegiatan bermakna. Pemahaman eksplisit akan membantu peserta didik memiliki pemahaman yang lebih baik dan kemudian menyimpan pemahaman tersebut dalam ingatannya.

Peserta didik telah mengerjakan semua tugas sesuai perintah dan petunjuk yang diberikan.

Peserta didik diberikan pertanyaan pengarah yang hanya ada di Buku Guru. Oleh karena itu, guru perlu menanyakannya kepada peserta didik secara lisan.

Peserta didik bekerja dalam kelompok, dan berusaha mengisi bagian-bagian yang dirumpangkan.

Guru menyuruh setiap kelompok melaporkan hasil refleksinya. Kemudian memberikan balikan dan mengarahkan pada kunci jawaban yang diberikan di Buku Guru.
pembelajaranku.com

Subscribe to receive free email updates: