Pengertian Globalisasi, Bukti-bukti Globalisasi, dan Dampak Globalisasi

Pembelajaranku hari ini akan menjelaskan tentang pengertian Globalisasi, Bukti-bukti Globalisasi, dan Dampak Globalisasi, arti globalisasi, dampak positif globalisasi, pengaruh globalisasi, definisi globalisasi, proses globalisasi, globalisasi ekonomi, faktor pendorong globalisasi, dampak globalisasi di bidang ekonomi, proses terjadinya globalisasi, jelaskan pengertian globalisasi, globalisasi budaya.

Pengertian Globalisasi, Bukti-bukti Globalisasi, dan Dampak Globalisasi


A. Pengertian Globalisasi

Globalisasi berasal dari dua kata, yaitu globe dan isasi. Globe berarti dunia, sedangkan isasi berarti proses. Jadi, globalisasi adalah proses mendunia. Artinya, negara-negara di dunia ini seolah-olah menjadi satu. Batas antarnegara tidak ada lagi.

Globalisasi terjadi karena adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi. Dengan adanya kemajuan di bidang teknologi informasi, segala informasi dapat diketahui.Peristiwa di suatu negara bisa diketahui oleh masyarakat dari negara lain dalam waktu yang sangat cepat. 
Hal inilah yang dimaksud dengan batas-batas antarnegara seolah-olah tidak ada lagi. Batas geografis suatu negara tidak lagi menjadi penghalang. Terlebih untuk mengetahui informasi yang berkembang di negara tersebut. Globalisasi dipengaruhi oleh perkembangan alat komunikasi dan transportasi.

Perkembangan alat komunikasi, antara lain penggunaan satelit, telepon, komputer, dan internet. Alat komunikasi canggih memungkinkan seseorang berkomunikasi dengan mudah dan cepat. Berkembangnya alat transportasi memungkinkan seseorang bepergian ke negara lain dengan mudah dan cepat.Bahkan, dengan perkembangan teknologi transportasi yang canggih manusia bisa mendarat di bulan.

B. Bukti Globalisasi

Banyak sekali bukti globalisasi yang bisa kita lihat secara nyata. Di antaranya di bidang telekomunikasi, bidang ekonomi, bidang industri, dan bidang kependudukan.

a. Bidang Telekomunikasi

Saat ini, teknologi komunikasi berkembang dengan sangat pesat. Dalam kehidupan sehari-hari kita biasa menggunakan alat-alat komunikasi modern. Di antaranya telepon, televisi, dan layanan internet.

Adanya telepon, seseorang dapat berkomunikasi dengan orang lain yang berada di daerah atau negara lain. Seseorang bisa mengetahui perkembangan informasi di tempat lain, dengan melihat berita di televisi.

Contohnya, kita dapat melihat pertandingan sepak secara langsung di televisi. Di dalam layanan internet tersedia fasilitas chatting dan e-mail. Fasilitas chatting membuat kita dapat berkomunikasi secara langsung. Bahkan, kita dapat melihat langsung orang yang berkomunikasi dengan kita. Kita pun bisa mengirim surat elektronik secara cepat dengan fasilitas e-mail.

b. Bidang Ekonomi

Bukti globalisasi di bidang ekonomi adalah adanya pasar bebas. Pasar bebas disebut juga sebagai perdagangan internasional. Dengan adanya perdagangan internasional, Indonesia bisa menjual barang produksinya ke negara lain. Saat ini di sekitar kita banyak barang dari negara lain. 
Toko Swalayan
Toko Swalayan

Beberapa dari negara Jepang, Cina, dan negara lainnya. Barang-barang tersebut, antara lain kendaraan bermotor, mobil, alat-alat elektronik, makanan, minuman kaleng, dan lain-lain. Barang-barang tersebut dapat dijual di Indonesia karena adanya perdagangan internasional. 

Bukti globalisasi di bidang ekonomi yang lain, yaitu pengusaha restoran asing yang mengembangkan usaha di Indonesia. Restoran asing yang berkembang di Indonesia, antara lain restoran cepat saji (fast food).

c. Bidang Industri

Bukti globalisasi di bidang industri adalah banyaknya industri atau perusahaan asing yang berdiri di Indonesia. Contohnya industri perakitan mobil dan sepeda motor. Mobil dan sepeda motor produksi Jepang tidak sepenuhnya diproduksi di Jepang. Ada pula yang mesinnya dibuat di Jepang. 

Akan tetapi, perakitannya dilakukan di Indonesia. Contoh lain yaitu produk sepatu Nike. Meskipun perusahaannya berada di Amerika. Akan tetapi, sepatunya diproduksi di beberapa negara. Salah satunya diproduksi di Indonesia.

d. Bidang Kependudukan

Migrasi internasional adalah bukti globalisasi di bidang kependudukan. Migrasi adalah perpindahan penduduk. Migrasi internasional merupakan perpindahan penduduk dari negara satu ke negara lain.

Saat ini seseorang dapat pergi ke negara lain dengan mudah. Tujuannya pun beragam. Ada yang bertujuan untuk bekerja. Ada yang tujuannya untuk melanjutkan sekolah. Ada pula yang tujuannya hanya untuk berlibur. Contohnya adalah para TKI yang bekerja di luar negeri. Contoh lain turis asing yang datang ke Indonesia untuk berlibur di Bali.

Antiglobalisasi adalah suatu istilah yang umum digunakan untuk memaparkan sikap politis orang-orang dan kelompok yang menentang perjanjian dagang global dan lembaga-lembaga yang mengatur perdagangan antarnegara seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

”Antiglobalisasi” dianggap oleh sebagian orang sebagai gerakan sosial,sementara yang lainnya menganggapnya sebagai istilah umum yang mencakup sejumlah gerakan sosial yang berbeda-beda. 

Apapun juga maksudnya, para peserta dipersatukan dalam perlawanan terhadap ekonomi dan sistem perdagangan global saat ini, yang menurut mereka mengikis lingkungan hidup, hak-hak buruh, kedaulatan nasional, dunia ketiga, dan banyak lagi penyebab-penyebab lainnya.
Namun, orang-orang yang dicap ”antiglobalisasi” sering menolak istilah itu, dan mereka lebih suka menyebut diri mereka sebagai Gerakan Keadilan Global. Atau Gerakan dari Semua Gerakan atau sejumlah istilah lainnya.

C. Dampak Globalisasi

Globalisasi berpengaruh terhadap segala aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Di antaranya memengaruhi bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Pengaruh globalisasi di bidang ekonomi ditandai dengan dibukanya pasar bebas. 

Dengan demikian, tiap-tiap negara bebas memasarkan atau menjual barang produksinya ke negara lain. Pengaruh globalisasi di bidang sosial dan budaya adalah adanya perubahan perilaku, masyarakat dalam kehidupan seharihari.

1. Perubahan Perilaku Masyarakat

Dampak dari globalisasi di antaranya perubahan perilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini berupa perilaku berpakaian, gaya hidup, pola makan, berkomunikasi, dan perilaku terhadap nilai-nilai budaya bangsa.

a. Perilaku dalam Berpakaian

Salah satu kebutuhan pokok manusia adalah pakaian. Pakaian berfungsi sebagai pelindung tubuh. Bangsa Indonesia memiliki banyak sekali pakaian adat yang beragam. Pakaian adat mencerminkan budaya Indonesia. Namun, pakaian adat mulai ditinggalkan. 

Pakaian adat tidak dipakai lagi dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini, terutama anak-anak muda menyukai model pakaian yang lebih modern.

Mereka lebih suka memakai pakaian seperti kaus dan celana jeans. Perilaku berpakaian cenderung meniru tokoh yang mereka idolakan. Sekarang ini pakaian tidak lagi berfungsi sebagai pelindung atau penutup badan. Akan tetapi lebih sebagai trend atau model. Setiap saat trend atau model pakaian berubah dengan
cepat.

b. Gaya Hidup

Di era globalisasi gaya hidup masyarakat juga mengalami perubahan. Masyarakat Indonesia mulai terpengaruh gaya hidup bangsa lain. Pengaruh negatif globalisasi terhadap gaya hidup cenderung meniru gaya hidup bangsa lain yang kurang baik.

Misalnya, gaya hidup mewah, konsumtif, boros, mementingkan diri sendiri, dan ingin berkuasa. Contoh gaya hidup mewah, yaitu masyarakat lebih suka berbelanja di swalayan.

Mereka membeli barang-barang yang belum tentu mereka butuhkan. Contoh lain gaya hidup yang tidak baik adalah penggunaan narkoba dan pergaulan bebas. Gaya hidup seperti pergaulan bebas, tidak mencerminkan gaya hidup bangsa Indonesia. 

Bangsa Indonesia terkenal sebagai bangsa yang sederhana, sopan, saling menghormati, dan saling tolong-menolong.

Globalisasi tidak hanya berpengaruh negatif. Akan tetapi, juga berpengaruh positif terhadap gaya hidup masyarakat Indonesia. Pengaruh positifnya, yaitu semangat kerja dan berani bersaing. Masyarakat Indonesia dalam bekerja juga lebih menghargai waktu.

c. Perilaku Pola Makan

Saat ini di Indonesia sekarang banyak sekali bermunculan restoran makanan cepat saji. Adanya restoran makanan cepat saji berpengaruh terhadap pola makan masyarakat Indonesia. Hal ini membuat masyarakat Indonesia lebih suka mengonsumsi makanan cepat saji. Dengan mengonsumsi makanan cepat saji seolah-olah menjadi bukti telah mengikuti perkembangan zaman.
Makanan Enak

Tanpa disadari, makanan cepat saji memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Seringnya mengonsumsi makanan cepat saji dapat menimbulkan penyakit, seperti darah tinggi, jantung koroner, asam urat, kolesterol, dan maag. Sebaiknya, kita mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi tinggi. Hal ini bermanfaat bagi tubuh kita tetap sehat.

d. Perilaku Berkomunikasi

Sebelum ditemukan teknologi komunikasi, masyarakat berkomunikasi secara langsung. Namun, setelah ditemukan teknologi komunikasi yang modern, perilaku berkomunikasi pun berubah. Alat komunikasi di antaranya telepon, mesin fax, televisi, dan internet.

Dampak positif dari perkembangan teknologi komunikasi, yaitu hubungan komunikasi bisa lebih cepat, mudah, dan lebih praktis. Dampak negatif adalah memudarnya hubungan silaturahmi antara saudara yang berada di daerah lain. 

Hal ini disebabkan karena komunikasi jarak jauh dapat menggunakan telepon. Hubungan jarak jauh menggunakan telepon mengurangi pertemuan dengan teman atau saudara. Akibatnya, hubungan kekerabatan tidak lagi erat.

e. Perilaku Terhadap Nilai-nilai Budaya dan Tradisi Bangsa

Di era globalisasi sekarang ini, budayabudaya asing mudah sekali masuk ke Indonesia. Masuknya budaya asing ke Indonesia memudarkan nilai-nilai budaya asli Indonesia. Masyarakat Indonesia terutama generasi muda tidak lagi mengenal budaya asli daerah, seperti musik tradisional, pertunjukan daerah, dan lain-lain. 

Mereka lebih suka musik dan film barat. Mereka lebih suka melihat konser musik rock daripada melihat pertunjukan kesenian daerah, seperti wayang kulit, lenong, ketoprak, dan lain-lain.

Bangsa Indonesia terkenal dengan tradisi hidup bergotong royong. Namun, di masa sekarang ini gotong royong sudah jarang dilakukan oleh masyarakat Indonesia, terutama di kota-kota besar. Pengaruh lain dari globalisasi terhadap tradisi bangsa Indonesia pesta pernikahan dengan menggunakan tradisi barat.

2. Sikap Terhadap Pengaruh Globalisasi

Globalisasi telah memengaruhi segala aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Bagaimana cara menyikapi pengaruh globalisasi terhadap kehidupan kita? Globalisasi memberikan pengaruh yang positif dan negatif. 

Oleh karena itu, kita harus dapat menyeleksi antara pengaruh positif dengan pengaruh negatif. Pengaruh yang positif kita tiru dan kita manfaatkan sebagai dasar pembangunan bangsa Indonesia menjadi lebih baik, sedangkan pengaruh yang negatif kita hindari dan kita tolak. Pengaruh positif globalisasi yang patut kita contoh adalah budaya kerja keras bangsa lain. 

Adapun pengaruh negatif yang perlu kita tolak, antara lain pergaulan bebas, gaya hidup mewah, konsumtif, penggunan narkoba, dan lain-lain.Kita juga harus bisa menyeleksi budaya-budaya asing yang masuk ke Indonesia. Tidak semua budaya bangsa lain sesuai dengan budaya bangsa kita. 

Musik dan film barat yang tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia harus kita cegah dan kita tolak. Bangsa Indonesia mempunyai banyak sekali budaya yang mengandung nilai-nilai luhur. 
Wayang Kulit
Wayang Kulit

Oleh karena itu, kita harus memelihara budaya bangsa Indonesia supaya tidak hilang tergeser oleh budaya asing. Perkembangan teknologi komunikasi menjadikan hubungan komunikasi lebih cepat, mudah, dan praktis. 

Kita harus memanfaatkan teknologi komunikasi dengan sebaikbaiknya dan tidak menggunakannya untuk hal-hal yang tidak baik atau tindakan kejahatan. Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi harus kita gunakan untuk pembangunan bangsa agar tidak tertinggal oleh bangsa lain.

Jadi, globalisasi memberikan dampak positif dan negatif bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, sebagai generasi muda kita harus waspada terhadap pengaruh globalisasi yang tidak baik.

Masalah kebudayaan adalah masalah yang berkaitan dengan kehidupan sosial masyarakat. Oleh karena budaya tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. Dengan kata lain, kebudayaan merupakan ciri khas sebuah komunitas masyarakat yang berkembang.  
Seperti yang diungkapkan Sucipto (1998), pada hakikatnya pembangunan manusia Indonesia adalah juga pembangunan yang memiliki ketahanan sosial budaya, sehingga pembangunan yang kita lakukan seharusnya memperhatikan kondisi kebudayaan yang ada.
Silahkan baca juga : Mengenal Benua, Negara, Penduduk dan Sistem Pemerintahannya 
Loading...