Pengertian, Fungsi, Cara Membuat, Cara Menanggapi Laporan Pengamatan dan Bermain Peran Serta Contohnya

Pembelajaranku sekarang ini akan menjelaskan pengertian, fungsi, cara menanggapi laporan, cara membuat laporan dan contoh laporan Pengamatan, cara membuat laporan, membuat laporan, cara buat laporan serta cara bermain peran.

Pengertian, Fungsi, Cara Membuat, Cara Menanggapi Laporan Pengamatan dan Bermain Peran Serta Contohnya



Pengertian Laporan Pengamatan

Laporan merupakan suatu cara penulis dalam menyampaikan informasi kepada seseorang atau suatu badan karena tanggung jawab yang dibebankan. Laporan berbentuk tertulis, yang berisi informasi mengenai suatu fakta yang telah dialami atau diamati.

Fungsi Laporan Pengataman

Laporan memiliki fungsi sebagai berikut:
1. Memberitahukan atau menjelaskan pertanggungjawaban tugas dan kegiatan.
2. Memberitahukan atau menjelaskan hasil pengamatan.
3. Merupakan dokumentasi hasil pengamatan.

Cara Membuat Laporan Pengamatan

Bagaimana cara membuat laporan? Coba kalian pelajari penjelasan berikut.
Langkah-langkah menulis laporan adalah sebagai berikut:
1. Melakukan pengamatan terhadap satu objek.
2. Mencatat atau mengumpulkan data terhadap objek yang diamati.
3. Membuat kerangka laporan.
4. Mengembangkan kerangka laporan menjadi laporan dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar.
5. Menyunting hasil laporan agar menjadi lebih sempurna.

Setelah belajar menyusun laporan, kita tentu menginginkan laporan kita sempurna. Untuk itu kita perlu tanggapan orang lain. Sebaliknya kita juga bisa memberikan tanggapan terhadap laporan yang disusun orang lain.

Cara Menanggapi Laporan Pengamatan

Laporan Pengamatan

Bagaimana cara menanggapi laporan yang baik? 
Agar dapat menanggapi laporan dengan baik perhatikan hal-hal berikut:

a. Struktur Laporan.
Struktur laporan terdiri atas pembukaan, isi, penutup.
- Pembukaan memuat gagasan pokok yang bermanfaat sebagai pengantar untuk menyampaikan laporan yang akan dilaporkan.
- Isi memuat inti laporan yang akan dilaporkan.
- Penutup memuat kesimpulan dan saran.
b. Bahasa laporan baik dan benar.
c. Penyampaian laporan.

Laporan ditulis dengan menggunakan pelafalan yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia dan disampaikan secara runtut.

Jadi, menanggapi isi laporan berarti menilai kebaikan dan kekurangan laporan mengenai struktur laporan, kebahasaan laporan, dan cara penyampaian laporan.

Contoh Laporan Pengamatan

Laporan Pengamatan

Kunjungan ke Museum Bumi Putera 1912
1. Tempat : Magelang
2. Waktu : Minggu, 11 Nopember 2007
3. Hasil Kunjungan : Museum Bumi Putera 1912

Museum Bumi Putera 1912 terletak di kota Magelang. Kota Magelang merupakan kota kecil yang sudah berusia 1.100 tahun. Kota Magelang mudah diingat masyarakat, karena di sana terdapat sekolah terkenal di Indonesia yaitu Akademi Militer dan SMA Nusantara.

Kota Magelang terletak di sekitar lereng Gunung Tidar sehingga udaranya sejuk. Kota ini memiliki kenangan sejarah bangsa dalam melawan kemiskinan akibat berlakunya sistem tanam paksa oleh Belanda. Tempat tersebut dinamakan Museum Bumi Putera 1912. di museum inilah sejarah perjuangan untuk mencapai kesejahteraan dapat diamati.

Museum Asuransi ini merupakan satu-satunya di Indonesia yang didirikan oleh Mas Ngabehi Dwijosewojo, Mas Karto Hadi Subroto, Mas Adimidjojo. Tujuannya untuk mencapai keuntungan secara bersama-sama baik anggota maupun perusahaan.

Perusahaan Asuransi Jiwa bersama terus tambah hingga sekarang berusia 95 tahun. Artinya, telah mencapai Trilyunan rupiah dengan jumlah pemegang polis peserta asuransi lebih dari 4.500.000 juta orang tersebar di seluruh Indonesia.

Museum ini sangat bagus dikunjungi oleh anak-anak sekolah, karena di sana terdapat berbagai koleksi alat bantu perekonomian zaman dulu. Koleksi tersebut antara lain: mata uang Indonesia sebelum dan sesudah kemerdekaan, mata uang gerilya dan mata uang NICA, mesin cetak, kalkulator ketik hitung dan fider yang dibuat pada tahun 1920-an.Di buat oleh: Shanti

Bermain Peran dan Contohnya


Kalian pernah memerankan tokoh tertentu dalam suatu pementasan drama? Jika kalian akan bermain peran, perhatikanlah komponen-komponen dalam bermain peran. Komponen-komponen yang harus diperhatikan dalam bermain peran berdasarkan naskah adalah sebagai berikut:

1. Penghayatan

Penghayatan adalah pemahaman terhadap isi naskah drama yang akan dipentaskan yang terlihat pada ekspresi dan pemahaman karakter tokoh. Dalam bermain peran, pemahaman harus dilakukan terhadap keseluruhan teks, tidak hanya terbatas tokoh yang diperankan saja. 

Pemahaman terhadap tokoh yang diperankan tidak akan dapat dilakukan tanpa adanya pemahaman terhadap tokoh yang lain mengenai latar belakang sosial budaya yang ada dalam teks tersebut, dan tanggapan tokoh lain terhadap tokoh yang diperankan.

2. Vokal

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam bermain peran mengenai vokal yaitu:

a. Kejelasan ucapan
Setiap kata atau kalimat yang ada dalam teks drama yang diekspresikan harus dapat didengar oleh pendengar atau penonton secara jelas. Jelas tidaknya suatu ucapan tergantung suara yang diucapkan. Untuk dapat menghasilkan suara yang jelas rajinlah mengadakan pelatihan olah vokal.

b. Jeda
Masalah jeda, kalian harus dapat mengatur secara tepat, artinya di manakah kalian boleh mengambil nafas dan berapa lama, karena jeda merupakan faktor yang penting supaya apa yang diucapkan sampai kepada pendengar/penonton.

c. Ketahanan dan kelancaran
Dalam bermain peran diharapkan seorang tokoh/pemain memiliki ketahanan dan kelancaran suara. Seorang tokoh jangan sampai terjadi intensitas suara semakin berkurang, atau semakin lama semakin tidak lancar dalam berdialog.

3. Penampilan

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penampilan kita adalah:

a. Teknik muncul
Teknik muncul yakni cara yang harus ditempuh dalam memperlihatkan diri untuk pertama kalinya.

b. Gerakan
Gerakan artinya cara mengekspresikan tubuh yang disesuaikan dengan dialog yang diucapkan.

c. Cara berpakaian
Cara berpakaian sering disebut dengan kostum. Kostum harus disesuaikan benar dengan karakter tokoh sehingga kostum yang dipakai dapat lebih mencerminkan karakter tokoh.

d. Pandangan mata
Pandangan mata juga disesuaikan dengan karakter tokoh yang diperankan.

e. Konsentrasi
Konsentrasi merupakan pengelolaan dari yang dapat menentukan keberhasilan dalam mengekspresikan drama, karena konsentrasi berfungsi sebagai pembalut saat berekspresi.

Contoh Bermain Peran

Contoh Bermain Peran


Drama Satu Babak
Pelaku : 
1. Lisa, murid SD Kelas V umur 10 tahun.
2. Kakak
3. Bu Guru
4. Pak Dokter
5. Ibu

(Sebuah kelas V di SD. Murid-murid sedang mengerjakan pekerjaan menulis. Bu Guru berada di depan sambil mengawasi murid-murid bekerja. Tiba-tiba terdengar pintu diketuk. 

Guru membuka pintu. Di depan pintu berdiri seorang laki-laki berusia sekitar 18 tahun. Dia kakak Lisa. Dia bicara dengan guru sebentar,kemudian guru memanggil Lisa. Lisa datang mendekati dan melihat kakaknya dengan pandangan seperti bertanya-tanya).

Bu Guru : Lisa, ini kakakmu datang menjemputmu. Kamu boleh meninggalkan kelasmu sekarang. Bawa tasmu!

Lisa : Baik, Bu Guru! (Lisa berangkat menuju bangkunya, membereskan buku, memasukkan ke dalam tasnya, kemudian berjalan ke pintu. Siswa-siswa yang lain
memperhatikan tanpa bertanya).

Bu Guru : Selamat siang, Lisa! (Lisa menyalami gurunya)

Kakak : Permisi, Bu, dan terima kasih.

Lisa : (dalam mobil) Mengapa kakak menjemputku?

Kakak : Lisa, Ibu sekarang di rumah sakit. Kakak baru saja mengantarkan Ibu ke sana. Ibu tadi jatuh di kamar mandi. Mungkin tulang kakinya patah, sehingga ia tidak bisa berjalan. Kita akan langsung ke rumah sakit dulu.

Lisa : (agak terkejut, hatinya gundah, pikirannya langsung melayang
kepada ibunya). Tapi…, tapi…,Kak. Ibu tidak apa-apa, kan?

Kakak : Kita doakan , Lisa, semoga ibu pulih kembali. (mereka tiba di rumah sakit langsung menuju kamar tempat ibu Lisa terbaring. Lisa dan Kakaknya masuk. Ada Pak Dokter sedang memeriksa ibu)

Kakak : Bagaimana, Dok? Tidak apa-apa?

Pak Dokter : Ibumu mengalami patah tulang pada bagian kakinya. Kita berdoa
saja, semoga kakinya lekas sembuh, (Menoleh ke Lisa) ini adik anda? (sambil melihat kakak)

Kakak : Ya, ini adik saya satu-satunya, Dok.

Pak Dokter : (Memandang Lisa) Siapa namamu?

Lisa : Lisa, Pak Dokter.

Pak Dokter : Kamu harus tabah. Jangan terlalu bersedih! Serahkan semua pada Tuhan. Tuhan Maha Pengasih dan Maha Pemurah. (Dokter mengusap-usap bahu Lisa, Lisa tunduk, tetapi kata-kata yang diucapkan dokter itu sungguh menyentuh hatinya, sehingga matanya berlinang-linang). Anda dan Lisa pulang saja dulu, nanti sore ke sini lagi!

Kakak : Baiklah, Dok. Kami akan pulang dulu. Segera kami ke sini lagi
sesudah makan. (Kakak menjabat tangan Dokter, kemudian
bersama Lisa berjalan ke luar kamar)

Liasa : (dalam mobil) Kak, Lisa takut. Kalau Ibu tidak bisa berjalan,
bagaimana, Kak? (dengan suara gemetar dia menahan tangisnya)

Kakak : Jangan berkata begitu. Dokter sudah berusaha menolong Ibu. Mudah-mudahan usahanya berhasil. Kita harus selalu berdoa semoga kakinya cepat sembuh.

Lisa : Tapi Lisa takut, Kak…. Kalau Ibu tidak bisa berjalan lagi, Lisa
bagaimana? (Lisa mulai menangis).

Kakak : Tidak boleh begitu, Lisa…. Dalam keadaan bagaimanapun kita harus percaya kepada Tuhan. Semua yang akan menimpa diri kita hanya Tuhanlah yang mengetahuinya. Baik atau buruk kita harus percaya bahwa itu semuanya adalah kehendak Tuhan.

Jadi, kita harus bersabar. Iman kita harus diperteguh. Kalau ibu kita tidak bisa berjalan, kita berdua akan selalu membantu pekerjaan Ibu.

Lisa : Ya, Kak! Mudah-mudahan Ibu lekas sembuh. Saya akan berdoa untuk Ibu, Kak.

Kakak : Itulah yang baik. (mereka sudah tiba di depan rumah ) Ayo, kita turun 
sudah sampai!

Subscribe to receive free email updates: