Kriteria Peserta Pelaksanaan Asesmen Nasional

Image
 Pada topik sebelumnya, telah dibahas tentang perbedaan AN dan UN, sekarang mari mengidentifikasi dimana letak perbedaanya.Apakah perbedaannya ada di dalam teknis penyelenggaraan atau dalam pelaksanaannya? Mari, kita mencermati dan menyimakinfografis ini. Kreteria Peserta AN Asesmen Nasional akan diikuti oleh seluruh satuan pendidikan tingkat dasar dan menengah di Indonesia, serta programkesetaraan yang dikelola oleh PKBM. Di tiap satuan pendidikan, Asesmen Nasional akan diikuti oleh sebagian peserta didik kelasV, VIII, dan XI yang dipilih secara acak oleh Pemerintah. Untuk program kesetaraan, Asesmen Nasional akan diikuti oleh seluruhpeserta didik yang berada pada tahap akhir tingkat 2, tingkat 4 dan tingkat 6 program kesetaraan. Mengapa Asesmen Nasional hanya diikuti oleh sebagian siswa? Hal ini terkait dengan tujuan dan fungsi Asesmen Nasional. Asesmen Nasional tidak digunakan untuk menentukan kelulusanmenilai prestasi siswa sebagai seorang individu. Evaluasi hasil belajar setiap in

Timun Bisa 'Netralkan' Risiko Kanker dari Makanan Gosong, Benarkah?

Mentimun merupakan sayuran yang sangat mudah dijumpai disekitar kita dan sangat sering kita jumpai olahan masakan di tanah air.

Mentimun atau Timun sudah sangat familiar di masyarakat Indonesia dan banyak petani yang membudidayakannya.

Ada informasi yang menyebutkan risiko kanker pada makanan yang dipanggang atau dibakar hingga gosong bisa dinetralkan dengan mentimun. Mitos atau fakta ya?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka perhatikanlah penjelasan menarik berikut ini.

Menurut nutrisionis Jansen Ongko, MSc, RD, risiko kanker pada masakan yang dipanggang ataupun dibakar memang bisa saja ada. Utamanya hal ini terjadi karena kesalahan saat proses membakar atau memanggang.

"Kesalahannya yakni penambahan minyak atau margarin yang berlebihan. Selain itu proses pemanggangan yang sampai gosong juga sering dilakukan. Padahal hal ini bukan hanya mengurangi kandungan gizinya, tapi juga meningkatkan risiko kanker," ungkap Jansen

Sementara itu, di lain sisi mentimun merupakan asupan yang kaya akan beragam jenis antioksidan seperti flavonoid, quercetin, apigenin, luteolin, kaemferol, vitamin C dan beta karoten. Nah, berbagai antioksidan ini pun disebutkan dapat membantu melawan pertumbuhan gejala kanker.

"Konsumsi rutin mentimun juga diketahui dapat menurunkan risiko penyakit kronis termasuk penyakit jantung," imbuh Jansen.

Jadi karena kaya antioksidan, timun bisa membantu melawan pertumbuhan kanker. Akan tetapi jangan hanya mengandalkan timun saja untuk menghindari kanker.

Boleh-boleh saja makan makanan yang dipanggang dan dibakar seperti sate atau steak, tapi usahakan tidak berlebihan. 
Timun Bisa 'Netralkan' Risiko Kanker dari Makanan Gosong, Benarkah

Untuk menghindari risiko makan makanan yang gosong akibat dipanggang atau dibakar, ada baiknya memilih cara pengolahan dengan merebus atau mengkukus. 

Apalagi pengolahan dengan cara ini juga membantu mempertahankan kandungan nutrisi dalam makanan.[sumber/detikhealth]

Comments

Popular posts from this blog

Karakteristik masing-masing negara anggota ASEAN