Skip to main content

Timun Bisa 'Netralkan' Risiko Kanker dari Makanan Gosong, Benarkah?

Mentimun merupakan sayuran yang sangat mudah dijumpai disekitar kita dan sangat sering kita jumpai olahan masakan di tanah air.

Mentimun atau Timun sudah sangat familiar di masyarakat Indonesia dan banyak petani yang membudidayakannya.

Ada informasi yang menyebutkan risiko kanker pada makanan yang dipanggang atau dibakar hingga gosong bisa dinetralkan dengan mentimun. Mitos atau fakta ya?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka perhatikanlah penjelasan menarik berikut ini.

Menurut nutrisionis Jansen Ongko, MSc, RD, risiko kanker pada masakan yang dipanggang ataupun dibakar memang bisa saja ada. Utamanya hal ini terjadi karena kesalahan saat proses membakar atau memanggang.

"Kesalahannya yakni penambahan minyak atau margarin yang berlebihan. Selain itu proses pemanggangan yang sampai gosong juga sering dilakukan. Padahal hal ini bukan hanya mengurangi kandungan gizinya, tapi juga meningkatkan risiko kanker," ungkap Jansen

Sementara itu, di lain sisi mentimun merupakan asupan yang kaya akan beragam jenis antioksidan seperti flavonoid, quercetin, apigenin, luteolin, kaemferol, vitamin C dan beta karoten. Nah, berbagai antioksidan ini pun disebutkan dapat membantu melawan pertumbuhan gejala kanker.

"Konsumsi rutin mentimun juga diketahui dapat menurunkan risiko penyakit kronis termasuk penyakit jantung," imbuh Jansen.

Jadi karena kaya antioksidan, timun bisa membantu melawan pertumbuhan kanker. Akan tetapi jangan hanya mengandalkan timun saja untuk menghindari kanker.

Boleh-boleh saja makan makanan yang dipanggang dan dibakar seperti sate atau steak, tapi usahakan tidak berlebihan. 
Timun Bisa 'Netralkan' Risiko Kanker dari Makanan Gosong, Benarkah

Untuk menghindari risiko makan makanan yang gosong akibat dipanggang atau dibakar, ada baiknya memilih cara pengolahan dengan merebus atau mengkukus. 

Apalagi pengolahan dengan cara ini juga membantu mempertahankan kandungan nutrisi dalam makanan.[sumber/detikhealth]

Comments

Popular posts from this blog

5 Fungsi Modul Input Output (I/O)

5 Fungsi Modul Input Output (I/O) Modul I/O adalah suatu komponen dalam sistem komputer yang bertanggung jawab atas pengontrolan sebuah perangkat luar atau lebih dan bertanggung jawab pula dalam pertukaran data antara perangkat luar tersebut dengan memori utama ataupun dengan register – register CPU. Dalam mewujudkan hal ini, diperlukan antarmuka internal dengan komputer (CPU dan memori utama) dan antarmuka dengan perangkat eksternalnya untuk menjalankan fungsi-fungsi pengontrolan. Fungsi dalam menjalankan tugas bagi modul I/O dapat dibagi menjadi beberapa katagori, yaitu: • Kontrol dan pewaktuan. • Komunikasi CPU. • Komunikasi perangkat eksternal. • Pem-buffer-an data. • Deteksi kesalahan. 1. Fungsi Kontrol dan Pewaktuan Fungsi kontrol dan pewaktuan (control & timing) merupakan hal yang penting untuk mensinkronkan kerja masing – masing komponen penyusun komputer. Dalam sekali waktu CPU berkomunikasi dengan satu atau lebih perangkat dengan pola tidak menentu dan kecepatan transfer

7 Pengguna dalam Basis data dan Operasi Operasi Dasar Manajemen Database

Pembahasan saat ini yaitu 7 Pengguna dalam Basis data dan Operasi Operasi Dasar Manajemen Database, arsitektur basis data, basis data, database 7 Pengguna dalam Basis data dan Operasi Operasi  Dasar Manajemen Database Pengguna dalam Basis data Pada tingkat pemakai, data base dikelompokkan menjadi beberapa tingkat pemakai yaitu antara lain sebagai berikut : 1. Database Administrator Ialah manusia yang mengorganisasi seluruh sistem basis data. Database administrator imemiliki tanggung jawab penuh dalam manajemen database meliputi: pengaturan hak akses, koordinasi dan monitoring serta bertanggung jawab terhadap kebutuhan hardware dan software. Dalam pekerjaannya biasanya dibantu oleh staf Admin. Database Administrator 2. Database Designer Adalah manusia yang bertugas merancang dan mengembangkan database. database designer bertanggung jawab dalam identifikasi data yang tersimpan dalam database, menentukan struktur data yang tepat untuk disimpan dalam database. Database designer memerlukan

5 Komponen Penting dalam Proposal Penelitian

5 Komponen Penting dalam Proposal Penelitian, tahapan metode ilmiah, metodologi penelitian, metode ilmiah