Skip to main content

Agar Lulus Tes Kesehatan Kerja, Begini Caranya...

Agar Lulus Tes Kesehatan Kerja, Begini Caranya...


Tes kesehatan atau medical checkup merupakan tahapan yang harus Anda lalui ketika melamar di suatu perusahaan. Jika Anda memiliki masalah kesehatan tertentu, umumnya perusahaan akan mempertimbangkan untuk menerima Anda bekerja.

Dan Kebanyakan dari kita merasa takut kita tidak diterima saat tes masuk kerja atau pendaftaran lainnya yang mensyarakatkan lulus tes kesehatan. 
Tes Kesehatan Kerja

Nah berikut ini ada beberapa tips dan trik supaya berhasil lulus pada tes kesehatan tersebut, berikut ini ada tujuh tips dan trik yang dapat Anda lakukan :

1. Minum Air Putih yang Banyak


Konsumsi air putih yang banyak minimal dua liter per hari. Hal ini dapat membantu mengeluarkan sisa-sisa racun yang ada di dalam tubuh Anda.

2. Hindari Konsumsi Rokok dan Alkohol


Hentikan konsumsi rokok dan alkohol minimal tiga hari sebelum tes kesehatan. Bila sudah telanjur mengonsumsi kedua hal ini, sebaiknya konsumsi banyak air putih untuk mengeluarkan zat-zat tersebut dari dalam tubuh.

3. Tidur Cukup


Kurang tidur akan membuat tubuh menjadi lemas dan mudah sakit. Jika Anda terserang penyakit seperti virus atau bakteri, maka akan mengakibatkan hasil tes darah yang abnormal. Selain itu, kurang tidur dapat meningkatkan tekanan darah sehingga Anda terkesan memiliki tekanan darah tinggi.

4. Banyak Makan Sayur dan Buah


Sayur dan buah banyak mengandung vitamin dan antioksidan yang baik untuk kesehatan.

5. Rutin Berolahraga


Olahraga dapat membuat tubuh Anda menjadi lebih segar, sehingga Anda akan lebih siap untuk menjalani tes kesehatan. 

6. Hindari penggunaan obat-obatan terlarang


Mengonsumsi obat-obatan tertentu akan membuat hasil tes urine maupun darah menjadi tidak baik, karena bisa dianggap memakai zat adiktif. Tentunya hal ini akan memengaruhi penilaian dari tes kesehatan.

7. Hindari makanan yang terlalu manis dan junk food


Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang tidak sehat akan meningkatkan level gula darah serta kolesterol. Sehingga hasil tes darah Anda akan menunjukkan hasil yang abnormal.(sb/klikdoktercom)

Comments

Popular posts from this blog

5 Fungsi Modul Input Output (I/O)

5 Fungsi Modul Input Output (I/O) Modul I/O adalah suatu komponen dalam sistem komputer yang bertanggung jawab atas pengontrolan sebuah perangkat luar atau lebih dan bertanggung jawab pula dalam pertukaran data antara perangkat luar tersebut dengan memori utama ataupun dengan register – register CPU. Dalam mewujudkan hal ini, diperlukan antarmuka internal dengan komputer (CPU dan memori utama) dan antarmuka dengan perangkat eksternalnya untuk menjalankan fungsi-fungsi pengontrolan. Fungsi dalam menjalankan tugas bagi modul I/O dapat dibagi menjadi beberapa katagori, yaitu: • Kontrol dan pewaktuan. • Komunikasi CPU. • Komunikasi perangkat eksternal. • Pem-buffer-an data. • Deteksi kesalahan. 1. Fungsi Kontrol dan Pewaktuan Fungsi kontrol dan pewaktuan (control & timing) merupakan hal yang penting untuk mensinkronkan kerja masing – masing komponen penyusun komputer. Dalam sekali waktu CPU berkomunikasi dengan satu atau lebih perangkat dengan pola tidak menentu dan kecepatan transfer

7 Pengguna dalam Basis data dan Operasi Operasi Dasar Manajemen Database

Pembahasan saat ini yaitu 7 Pengguna dalam Basis data dan Operasi Operasi Dasar Manajemen Database, arsitektur basis data, basis data, database 7 Pengguna dalam Basis data dan Operasi Operasi  Dasar Manajemen Database Pengguna dalam Basis data Pada tingkat pemakai, data base dikelompokkan menjadi beberapa tingkat pemakai yaitu antara lain sebagai berikut : 1. Database Administrator Ialah manusia yang mengorganisasi seluruh sistem basis data. Database administrator imemiliki tanggung jawab penuh dalam manajemen database meliputi: pengaturan hak akses, koordinasi dan monitoring serta bertanggung jawab terhadap kebutuhan hardware dan software. Dalam pekerjaannya biasanya dibantu oleh staf Admin. Database Administrator 2. Database Designer Adalah manusia yang bertugas merancang dan mengembangkan database. database designer bertanggung jawab dalam identifikasi data yang tersimpan dalam database, menentukan struktur data yang tepat untuk disimpan dalam database. Database designer memerlukan

5 Komponen Penting dalam Proposal Penelitian

5 Komponen Penting dalam Proposal Penelitian, tahapan metode ilmiah, metodologi penelitian, metode ilmiah