Skip to main content

Mengamankan Data Backup dan Komputasi Awan

Bagaiaman kabarnya sobat, semoga dalam keadaan baik. Begitu juga dengan data-data anda dikomputer dalam keadaan baik. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas  cara mengamankan Data Backup dan komputasi awan, cloud computing, cloud, dan cloud backup

Mengamankan Data Backup dan Komputasi Awan

Pengamanan Data Backup

Data yang sudah dibackup bukan berarti kebal dari segala macam gangguan. Justru yang harus dilakukan adalah menjaga data backup tersebut aman dan jelas. 

Apabila data perusahaan penuh dengan rahasia perusahaan dibackup, lalu hasil backup itu tercuri maka akan merugikan perusahaan dalam jumlah yang besar.

Karena itu, pengamanan data backup harus dilakukan sebaik mungkin, secara fisik maupun logik. Apabila memungkinkan, digunakan ruangan khusus untuk menyimpan media backup dilengkapi dengan keamanan dari api, air, suhu, penyusup dan berbagai macam pengganggu lainya. Lengkapi dengan peralatan keamanan seperti kapak, pemadam api, kamera CCTV, sensor panas, dan sebagainya.

Apabila data tersebut bisa dilakukan enkripsi, maka lakukan ekripsi terhadap data tersebut dan pastikan bahwa enrkipsi tersebut menjamin keaslian dan keamanan data. Dengan proses enkripsi, akan memakan waktu dan proses dua kali, tapi keamanan akan terjaga dan meskipun ada pencurian, tidak akan bisa membuka rahasia dari perusahaan.

Penyimpanan dari hasil backup juga harus dilakukan serapi dan sejelas mungkin, sehingga apabila terjadi apa-apa tidak perlu mencari-cari data backup mana yang harus di recovery.

Membuat sebuah rak penyimpanan juga dianjurkan, di mana ditata media-media backup tersebut dan diberi label berdasarkan tanggal saat dilakukan backup terakhir hingga saat backup tersebut terjadi. Apabila jelas inti dari perubahan data dalam jangka waktu itu, berikan informasi jelas tentang apa saja yang berubah dalam rentang waktu backup tersebut.
Mengamankan Backup
Mengamankan Backup
Dengan membentuk informasi backup yang jelas, maka penelusuran masalah dan juga recovery data akan berlangsung cepat dan jelas bagian mana yang bertanggung jawab atas berbagai perubahan yang terjadi.

Menggunakan Komputasi Awan (Cloud

Sebagai Penyimpanan

Apabila digunakan aplikasi seperti duplicity yang bisa langsung mengunggah data backup ke cloud. Maka hal yang harus diperhatikan adalah keamanan dan kehandalan dari server cloud yang dipakai.
Ingat cloud mempunyai keterbatasan, salah satu keterbatasanya adalah kecepatan jaringan. 

Apabila jaringan tersebut lambat, maka proses backup yang menggunakan disk berukuran ratusan GB akan sangat merepotkan. Disamping proses backup, proses recovery juga akan memakan waktu yang lama. Jadi, sebelum memutuskan untuk menggunakan cloud, lihat dulu infrastruktur sistem. Apakah sudah mendukung untuk menggunakan jaringan internet, atau cloud sebagai media penyimpananya.

Selain kecepatan, lihat apakah penyedia penyimpanan cloud tersebut menjamin kerahasiaan data. Apabila tidak, lakukan enkripsi baru kirimkan data ke cloud. Lihat apakah penyedia cloud tersebut mempunyai waktu operasi tanpa henti, dan lihat apakah data bisa aman dan tidak terjadi korupsi di penyimpanan.

Penyimpanan cloud biasanya sangat terbatas, apabila ada server dengan ukuran hardisk 16 TB, maka saat melakukan backup ke cloud, pasti akan membutuhkan proses yang lama, serta menghabiskan biaya yang cukup besar untuk menyewa ruang penyimpanan yang besar.

Salah satu keunggulan cloud adalah dia bisa diakses dari manapun, selama ada koneksi internet. Jadi meskipun mempunyai server yang mobile, maka bisa dilakukan backup dengan fleksibel dimanapun, kapanpun.

Comments

Popular posts from this blog

5 Fungsi Modul Input Output (I/O)

5 Fungsi Modul Input Output (I/O) Modul I/O adalah suatu komponen dalam sistem komputer yang bertanggung jawab atas pengontrolan sebuah perangkat luar atau lebih dan bertanggung jawab pula dalam pertukaran data antara perangkat luar tersebut dengan memori utama ataupun dengan register – register CPU. Dalam mewujudkan hal ini, diperlukan antarmuka internal dengan komputer (CPU dan memori utama) dan antarmuka dengan perangkat eksternalnya untuk menjalankan fungsi-fungsi pengontrolan. Fungsi dalam menjalankan tugas bagi modul I/O dapat dibagi menjadi beberapa katagori, yaitu: • Kontrol dan pewaktuan. • Komunikasi CPU. • Komunikasi perangkat eksternal. • Pem-buffer-an data. • Deteksi kesalahan. 1. Fungsi Kontrol dan Pewaktuan Fungsi kontrol dan pewaktuan (control & timing) merupakan hal yang penting untuk mensinkronkan kerja masing – masing komponen penyusun komputer. Dalam sekali waktu CPU berkomunikasi dengan satu atau lebih perangkat dengan pola tidak menentu dan kecepatan transfer

7 Pengguna dalam Basis data dan Operasi Operasi Dasar Manajemen Database

Pembahasan saat ini yaitu 7 Pengguna dalam Basis data dan Operasi Operasi Dasar Manajemen Database, arsitektur basis data, basis data, database 7 Pengguna dalam Basis data dan Operasi Operasi  Dasar Manajemen Database Pengguna dalam Basis data Pada tingkat pemakai, data base dikelompokkan menjadi beberapa tingkat pemakai yaitu antara lain sebagai berikut : 1. Database Administrator Ialah manusia yang mengorganisasi seluruh sistem basis data. Database administrator imemiliki tanggung jawab penuh dalam manajemen database meliputi: pengaturan hak akses, koordinasi dan monitoring serta bertanggung jawab terhadap kebutuhan hardware dan software. Dalam pekerjaannya biasanya dibantu oleh staf Admin. Database Administrator 2. Database Designer Adalah manusia yang bertugas merancang dan mengembangkan database. database designer bertanggung jawab dalam identifikasi data yang tersimpan dalam database, menentukan struktur data yang tepat untuk disimpan dalam database. Database designer memerlukan

5 Komponen Penting dalam Proposal Penelitian

5 Komponen Penting dalam Proposal Penelitian, tahapan metode ilmiah, metodologi penelitian, metode ilmiah