Manfaat besar dibalik Ubi Jalar

Manfaat besar dibalik Ubi Jalar, ubi ungu, ubi jalar, ubi rambat

Manfaat besar dibalik Ubi Jalar

Ubi jalar atau ada sebagain masyarakat yang menyebutnya sebagai ubi rambat sangat mudah ditemukan disekitar kita, bisa tumbuh subur dipekarangan rumah kita. Biasanya dimanfaatkan sebagai makanan cemilan yang hanya diolah dengan cara direbus saja. Terkadang sebagai pengganti nasi bagi sebagian masyarakat kita.

Nah, ternyata manfaat ubi jalar bukan hanya sekedar sebagai bahan cemilan saja, akan tetapi banyak sekali manfaatnya bagi tubuh kita, yang semuanya itu belum kita ketahui. pada pembelajaranku hari ini akan disampaikan beberapa manfaat dari ubi jalar tersebut.


Turunkan Berat Badan dengan Air Rebusannya

Sebuah penelitian mengungkap sebuah senyawa yang bisa membantu menurunkan berat badan. Senyawa tersebut ditemukan terkandung di dalam air rebusan ubi jalar.

Para ilmuwan dari National Agriculture and Food Research Organisation di Tsukuba menyebut bahwa eksperimen pada tikus telah membuktikan hal itu. Diyakini, efek yang sama juga bisa diterapkan pada berat badan manusia.

Menurut para ilmuwan, air rebusan ubi jalar mengandung senyawa yang disebut Sweet Potato Peptida (SPP) atau peptida ubi jalar. Senyawa tersebut dihasilkan dari pencernaan enzim dari protein pada air selama proses perebusan.

Dalam eksperimen, sekelompok tikus mendapat pengaturan makan atau diet tinggi SPP. Dalam 28 hari, teramati komposisi lemak tikus-tikus tersebut mengalami penurunan. Dengan komposisi lemak yang lebih rendah, tikus-tikus ini juga mengalami penurunan berat badan.

"Kami terkejut SPP mengurangi kadar molekul lemak pada tikus dan tampak berperan mengontrol molekul yang menekan nafsu makan," sebut para peneliti, seperti dikutip dari Dailymail.

Kaitan ubi jalar dengan penurunan berat badan bukan kali ini saja diungkap dalam penelitian. Tahun 2014, sebuah penelitian di jurnal Annals of Medical and Health Science Research menyebut tikus yang diberi asupan ekstrak ubi jalar, juga mengalami penurunan nafsu makan.

Walaupun kandungan kalorinya lebih tinggi dibanding sayuran, ubi jalar juga memiliki kandungan serat yang membuat perut terasa lebih cepat penuh. Dibandingkan sumber karbohidrat lainnya, ubi jalar sepertinya bisa menjadi pilihan untuk melengkapi program diet.

Ubi Ungu Sangat Baik Untuk Penderita Diabetes

Ubi ungu, tanaman jalar yang memiliki nama latin Ipomoea batatas poiret, merupakan salah satu bahan tepat bagi makanan pendamping air susu ibu (MPASI). Selain mengandung karbohidrat dan antioksidan, ubi ungu juga tinggi kandungan mikro nutrien seperti vitamin dan mineral.

Prof Ali Khomsan, MS, Guru Besar Departmen Gizi, Institut Pertanian Bogor, mengatakan manfaat ubi ungu juga bisa diambil oleh pasien diabetes. Sebabnya, ubi ungu memiliki indeks glikemik yang rendah.
Ubi Ungu
Ubi Ungu

"Kalau sumber utama karbohidrat kan ada tiga, beras atau nasi, kentang dan ubi jalar. Pilihan terbaik berdasarkan indeks glikemiknya adalah ubi jalar, termasuk ubi ungu, baru setelah itu kentang dan nasi," tutur Prof Ali, dalam temu media SUN Ubi Ungu di Hotel Veranda, Jl Kyai Maja, Jakarta Selatan, Senin (3/10/2016).

Dijelaskan Prof Ali, pasien diabetes memang dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik yang rendah. Hal ini berhubungan dengan kemampuan tubuh mengolah makanan menjadi glukosa.

Semakin rendah indeks glikemik makanan, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mengubahnya menjadi glukosa. Bagi pasien diabetes, hal ini berarti risiko terjadinya peningkatan gula darah secara mendadak menjadi rendah.

Dari segi tanaman ubi jalar, ubi ungulah yang memiliki indeksi glikemik paling rendah dibandingkan dengan talas ataupun singkong. Namun bukan berarti pasien diabetes hanya dianjurkan untuk makan ubi ungu saja.

Sayangnya, dikatakan Prof Ali, masyarakat Indonesia belum terlalu menyukai ubi sebagai makanan utama. Ubi dianggap sebagai camilan yang pengolahannya pun lebih banyak digoreng. Padahal manfaat paling besar dari ubi bisa diambil jika ubi diolah dengan direbus atau dikukus.

Di sisi lain, nasi memang lebih umum dijadikan makanan utama. Kandungan protein pada nasi juga lebih tinggi daripada ubi. Sehingga jika ingin mengonsumsi ubi, diusahakan lauknya yang memiliki kandungan protein tinggi seperti ikan atau daging. (sumber : health.detik.com)

"Bisa juga jadi variasi makanan supaya tidak bosan. Paginya makan nasi, siang makan ubi, malamnya nasi lagi. Atau dibalik juga tidak apa-apa. Ini lebih baik daripada pagi, siang, malam makannya nasi saja," ungkapnya.

Subscribe to receive free email updates: