Pengaruh, Kegiatan, Manusia Terhadap Keseimbangan Lingkungan, (Ekosistem)

Pengaruh, Kegiatan, Manusia Terhadap Keseimbangan Lingkungan, Ekosistem

Pengaruh Kegiatan Manusia Terhadap Keseimbangan Lingkungan  (Ekosistem)


Ekosistem adalah hubungan saling ketergantungan antara makhluk hidup dan lingkungannya. Lingkungan di sekitar makhluk hidup terdiri atas lingkungan biotik dan abiotik. Lingkungan biotik meliputi makhluk hidup lainnya. Adapun abiotik meliputi benda tak hidup.

Kegiatan manusia dalam memanfaatkan alam dapat memengaruhi ekosistem. Jika salah satu makhluk hidup dalam ekosistem terusik, keseimbangan ekosistem pun akan terganggu.

Rantai Makanan
Rantai Makanan

A. Kegiatan Manusia yang Dapat Memengaruhi Keseimbangan Ekosistem


Dalam ekosistem terdapat proses memakan dan dimakan yang disebut rantai makanan. Tumbuhan sebagai produsen dapat membuat makanannya sendiri. Tumbuhan membuat makanannya sendiri dengan bantuan sinar matahari. Konsumen tingkat I ditempati oleh herbivora (hewan pemakan tumbuhan). Tumbuhan kemudian akan dimakan oleh konsumen tingkat I. Selanjutnya, konsumen tingkat I akan dimakan konsumen tingkat II. Contoh konsumen tingkat II adalah karnivora (hewan pemakan daging). Konsumen tingkat II akan dimakan oleh konsumen tingkat III. Hewan yang berperan sebagai konsumen tingkat III adalah karnivora dan omvinora (pemakan segala). Produsen dan konsumen yang sudah mati akan diuraikan oleh bakteri pengurai.

Mengapa jumlah tikus sawah lebih besar daripada ular? Mengapa jumlah ular lebih banyak daripada elang? Proses makan dimakan antarmakhluk hidup berfungsi untuk mengontrol jumlah populasi makhluk hidup. Anggota ekosistem tersedia dalam jumlah yang cukup antara satu dan lainnya. Oleh karena itu, populasi produsen dijaga oleh konsumen tingkat I. Populasi konsumen tingkat I dijaga oleh konsumen tingkat II, dan seterusnya.

Sumber daya alam dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Keseimbangan ekosistem dapat terganggu karena kegiatan manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam. Coba bayangkan apa yang terjadi bila jumlah produsen berkurang? Berkurangnya jumlah produsen akan memengaruhi jumlah konsumen tingkat I (herbivora). Hewan herbivora akan kekurangan makanan, bahkan dapat menyebabkan kematian. Jika hewan herbivora berkurang maka jumlah konsumen tingkat II (karnivora) juga akan berkurang. Penurunan jumlah konsumen tingkat II akan memengaruhi konsumen tingkat III, dan seterusnya. Keseimbangan ekosistem yang terganggu ini dapat disebabkan oleh penggunaan teknologi yang tidak tepat.

1. Penebangan dan Pembakaran Hutan secara Liar

Hutan adalah habitat bagi tumbuhan dan hewan. Penebangan hutan akan menyebabkan hewan-hewan yang hidup di dalamnya kehilangan tempat tinggal. Coba bayangkan apa yang terjadi jika hewan-hewan tersebut kehilangan tempat tinggalnya. Hewan-hewan yang tinggal di hutan biasanya adalah hewan liar seperti harimau dan gajah. Jika hewan-hewan tersebut kehilangan tempat tinggal, mereka akan masuk ke perkampungan di sekitarnya. Hal ini tentu akan membahayakan bagi manusia itu sendiri.

Penebangan hutan secara liar dapat mengakibatkan hutan gundul. Hutan yang gundul, tanahnya akan menjadi tandus. Hal ini dapat menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor. Hutan yang gundul tidak dapat menampung air, saat hujan deras tanah akan terkikis oleh air. Tanah tersebut ikut hanyut bersama aliran air sehingga tanah menjadi tandus.

2. Penggunaan Bahan Kimia secara Berlebihan dalam Bidang Pertanian

Hama termasuk dalam anggota ekosistem sawah. Hama merugikan petani karena mengurangi hasil panennya. Oleh karena itu, petani berusaha membasmi hama menggunakan pestisida. Pestisida terbuat dari bahan kimia berbahaya.

Jenis pestisida dibedakan berdasarkan hama pengganggunya. Misalnya, insektisida untuk memberantas serangga hama. Ada juga fungisida untuk memberantas jamur parasit. Penggunaan pestisida dapat memengaruhi kehidupan makhluk hidup lain jika dipakai secara berlebihan. Pestisida ini dapat dimakan oleh hewan yang seharusnya tidak ingin dibasmi. Akibatnya, hewan-hewan yang tidak merugikan tersebut akan musnah. Ikan-ikan juga ikut musnah karena sisa penggunaan pestisida dapat larut ke sungai. Tentu saja, hal ini dapat memengaruhi keseimbangan ekosistem.

Serangan hama yang sudah disemprot pestisida menjadi lebih hebat dibanding dengan sebelumnya. Hamahama yang masih hidup berkembang biak lebih cepat. Oleh karena pemangsanya mati akibat pestisida. Berkurangnya jumlah hama menyebabkan berkurangnya jumlah musuhnya. Hal ini terjadi karena musuh-musuh hama tersebut kekurangan makanan.

Selain menggunakan pestisida, petani juga menggunakan pupuk untuk menyuburkan tanaman. Jenis pupuk ada yang alami dan ada yang buatan. Contoh pupuk alami adalah pupuk kompos dan pupuk kandang. Kompos terbuat dari dedaunan yang membusuk. Adapun pupuk kandang terbuat dari kotoran ternak. Pupuk buatan adalah pupuk yang dibuat di pabrik dan berasal dari bahan kimia. Contoh pupuk buatan adalah pupuk urea. Pemakaian pupuk buatan secara berlebihan dapat merusak
tanah sehingga keseimbangan ekosistem terganggu. Hal inilah yang menyebabkan tanah longsor dan banjir.

3. Pembuangan Limbah Pabrik

Semakin pesatnya perkembangan teknologi, diikuti pula dengan perkembangan pabrik. Jumlah pabrik di Indonesia sangatlah banyak. Hal ini memang menunjukkan kemajuan bangsa, tetapi juga dapat menyebabkan bencana.

Apakah air sungai di sekitar rumahmu telah tercemar? Air sungai yang tercemar biasanya berwarna agak kehitaman. Selain itu, baunya tidak sedap. Salah satu penyebab terjadinya pencemaran sungai adalah pembuangan limbah pabrik.

Pembuangan limbah pabrik ke sungai akan menyebabkan pencemaran sungai. Limbah pabrik tersebut mengandung bahan-bahan kimia yang beracun. Tentu saja hal itu sangat membahayakan makhluk hidup di sungai. Pembuangan limbah dapat memusnahkan ikan-ikan dan tumbuhan yang hidup di sungai. Hal ini dapat merusak keseimbangan ekosistem sungai. Berbagai produk yang digunakan di rumah juga banyak yang mengandung bahan kimia. Misalnya, penggunaan detergen untuk mencuci. 

Oleh karena itu, air bekas cucian tidak boleh dibuang sembarangan. Limbah rumah tangga ini dapat menyebabkan pencemaran tanah. Hal tersebut sangat membahayakan hewan-hewan kecil yang hidup di dalam tanah. Misalnya, cacing tanah. Jika cacing tanah mati, tanah menjadi tidak subur dan menjadi tandus.

B. Bagian Tumbuhan yang Sering Dimanfaatkan Manusia


Tumbuhan merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Semua bagian tumbuhan dapat dimanfaatkan manusia. Kegunaan beberapa bagian tumbuhan akan dijelaskan sebagai berikut.

1. Daun dan Buah

Daun dan buah dimanfaatkan manusia sebagai bahan makanan. Daun banyak digunakan sebagai sayur. Sementara buah dapat langsung dimakan. Buah kapas digunakan sebagai bahan tekstil. Daun dan buah juga dapat digunakan sebagai bahan pembuat kosmetik. Misalnya, daun seledri, tomat, pepaya, dan alpukat.

2. Getah

Getah dari tumbuhan juga ada yang dimanfaatkan manusia, misalnya karet dan damar. Getah karet digunakan untuk membuat ban motor, sandal, dan peralatan lainnya.

3. Kayu

Kayu adalah bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan oleh manusia. Manusia memanfaatkan kayu sebagai bahan bangunan dan perabot rumah tangga. Jenis kayu yang banyak dimanfaatkan manusia adalah kayu jati, cendana, dan mahoni. Kayu jati sangat mahal harganya. Untuk memperoleh banyak keuntungan, manusia menebang kayu jati secara liar. Padahal untuk menanam kayu pohon jati dibutuhkan waktu yang cukup lama. Kayu cendana memiliki bau yang harum dan khas. Kayu cendana biasanya digunakan untuk membuat barang-barang kerajinan seperti patung. Kayu cendana juga dibuat menjadi minyak.

Pemanfaatan bagian tumbuhan seperti bunga dan buah memang tidak merusak kelestarian alam. Hal ini karena tumbuhannya masih ada. Berbeda dengan pemanfaatan kayu yang dapat merusak kelestarian alam. Kayu diperoleh dengan cara menebang pohon. Manusia juga memanfaatkan makhluk hidup di laut seperti terumbu karang dan ganggang. Pengambilan tumbuhan laut secara berlebihan akan dapat merusak ekosistem laut. Terumbu karang digunakan hewan-hewan laut sebagai tempat tinggal. Contohnya, udang, kepiting, dan hewan-hewan laut lainnya.

Jika terumbu karang tidak ada maka hewan laut akan kehilangan tempat tinggalnya. Tentu saja hal ini
dapat memusnahkan kehidupan hewan laut. Ada manusia yang menggunakan bahan peledak untuk mengambil hasil laut. Hal ini dapat menghancurkan terumbu karang.

C. Bagian Tubuh Hewan yang Sering Dimanfaatkan Manusia


Hewan juga termasuk sumber daya alam yang dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Hewan dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan makanan dan bahan sandang. Daging dan telur yang diperoleh dari hewan bermanfaat sebagai bahan makanan. Kulit hewan dimanfaatkan untuk membuat, sepatu, tas, ikat pinggang, dompet, dan jaket. Ada juga hewan yang dimanfaatkan tenaganya seperti kuda dan kerbau.

Pada zaman dahulu, manusia berburu hewan untuk memenuhi kebutuhannya. Sekarang ini kegiatan berburu menjadi sebuah hobi. Berburu dapat mendatangkan keuntungan yang sangat besar. Misalnya,
ikan hiu diburu untuk diambil siripnya. Sirip hiu digunakan untuk membuat sup. Sup sirip hiu sangat
mahal karena lezat dan hiu juga memiliki khasiat tertentu. Ikan paus diburu secara besar-besaran untuk diambil daging dan minyaknya.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya terkadang manusia tidak memedulikan keseimbangan ekosistem. Misalnya ular, buaya, dan harimau diburu untuk diambil kulitnya. Gajah diburu untuk diambil gadingnya dan badak diburu untuk diambil culanya. Kematian hewanhewan tersebut dalam jumlah besar dapat mengganggu keseimbangan lingkungan.

Apakah akibatnya jika jumlah ular berkurang karena banyak diburu? Ular adalah hewan pemangsa tikus. Jika jumlah ular berkurang, perkembangbiakan tikus semakin pesat. Ini karena pemangsanya tidak ada. Oleh karena itu, keseimbangan ekosistem jadi terganggu. Akibatnya, hama tikus yang merusak tanaman milik petani jumlahnya semakin banyak. Keseimbangan ekosistem yang terganggu akibat perbuatan manusia merugikan manusia itu sendiri.

D. Mencegah Kepunahan Hewan dan Tumbuhan


Agar keseimbangan lingkungan tidak terganggu, kita perlu melindungi makhluk hidup dari kepunahan. Hal-hal yang dapat kita upayakan adalah sebagai berikut.
1. Mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa untuk melindungi hewan dan tumbuhan langka. Cagar alam adalah wilayah alami yang melindungi tumbuhan. Misalnya, cagar alam Krakatau di Banten dan cagar alam Pasi di Kalimantan Barat. Suaka margasatwa adalah wilayah yang khusus melindungi hewan yang hidup di wilayah tersebut. Misalnya, suaka margsatwa Tanjung Amolengo di Sulawesi Tenggara.

2. Membudidayakan hewan dan tumbuhan langka.

3. Penanaman pohon kembali agar hutan tetap lestari. Menerapkan sistem tebang pilih jika menebang pohon di hutan.

4. Mengganti bahan-bahan dari hewan dan tumbuhan dengan bahan sintetis. Misalkan saja bulu-bulu binatang langka seperti harimau dapat diganti dengan bulu sintetis. Gading gajah yang digunakan untuk perhiasan dapat diganti dengan gading sintetis.


1. Kegiatan manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam dapat mengganggu
keseimbangan ekosistem.
2. Penebangan dan pembakaran hutan secara liar dapat menyebabkan banjir dan
tanah longsor. Selain itu, tanah menjadi tandus.
3. Penggunaan pupuk dan pestisida yang berlebihan dapat memusnahkan kehidupan
makhluk hidup lain. Hal ini juga memengaruhi kesuburan tanah.
4. Pembuangan limbah pabrik ke sungai dapat mencemari air dan merusak
ekosistemnya.
5. Pemanfaatan bagian tumbuhan dan hewan secara berlebihan dapat menggangu
keseimbangan ekosistem.
6. Bagian tubuh hewan yang sering dimanfaatkan manusia adalah daging, telur, dan
kulit. Hewan dimanfaatkan manusia sebagai bahan pangan dan bahan sandang.
7. Untuk mencegah kepunahan makhluk hidup, kita dapat mendirikan cagar alam
dan suaka marga satwa. Kita juga dapat membudidayakan hewan dan tumbuhan
langka dan menggunakan bahan sintetis.
 Silahkan baca dan bagikan juga Rangkuman dan Latihan Soal IPA
Loading...