4 Negara Maju (Jepang, Amerika, Inggris, dan Jerman) dan karakteristik negara maju

4 Negara Maju, Jepang, Amerika, Inggris, dan Jerman dan karakteristik negara maju

4 Negara Maju


Jepang

Apa yang kamu ketahui tentang negara Jepang? Ya, negara ini merupakan salah satu negara industri yang produknya merambah ke berbagai belahan dunia. Setiap hari kita pasti melihat kendaraan bermotor produksi Jepang lalu lalang di jalan-jalan kita sampai ke pelosok negeri.

Di manakah negara ini berada? Perhatikanlah peta negara Jepang! Jepang terletak di barat laut Samudra Pasifik. Negara ini berbatasan di sebelah barat dengan Korea Utara dan Korea Selatan, Rusia, dan China. Di sebelah utara, timur, dan selatannya berbatasan dengan Samudra Pasifik.

Sumber Daya Alam
Jepang memiliki sumber daya mineral yang sangat terbatas. Oleh karena itu, Jepang sangat bergantung pada bahan mentah dan bahan bakar hasil impor. Hasil tambang dari dalam negeri sangan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan industrinya. Beberapa hasil tambang tersebut adalah batu bara (kualitas rendah), timah, seng, mangan, tungsten, antimoni, dan krom. 

Minyak bumi ditemukan di Honshu Utara, tapi produksinya sangat jauh dari kebutuhan. Sumber daya mineral yang cukup terpenuhi adalah belerang. Mengapa demikian? Untuk menjawabnya, telusuri informasi tentang proses pembentukan belerang dan proses pembentukan pulau-pulau di Jepang.

Selain sumber daya mineral, Jepang memiliki sumber daya alam berupa lahan pertanian, hutan, dan perikanan laut. Lahan pertanian umumnya dimanfaatkan untuk bahan pangan, terutama padi. Selain itu, dihasilkan pula kentang dan tanaman sayuran seperti lobak, kol, ketimun, tomat, selada, bayam, wortel. Tanaman buah-buahan seperti jeruk dan apel juga ditanam.

Hasil pertanian hanya menyumbang sedikit sekali terhadap pendapatan nasional Jepang. Pendapatan Jepang lebih banyak didominasi oleh sektor industri.

Jepang merupakan negara yang penduduknya gemar mengonsumsi ikan. tidak heran jika sektor perikanan berkembang pesat. Hasil tangkapan ikannya terutama diperoleh dari wilayah pertemuan Arus Laut Dingin Oyashio dan Arus Laut hangat Kuroshio. Beberapa jenis ikan yang diperoleh adalah ikan saury, bonito, cod, ikan salem, dan ikan trout laut.

Semangat atau etos kerja dikenal sangat tinggi dan tidak lepas dari beberapa prinsip yang dipegang teguh oleh mereka dalam bekerja. Beberapa prinsip tersebut adalah seperti berikut.

- Prinsip Bushido

Prinsip ini merupakan semangat bekerja keras tak kenal lelah dalam belajar dan bekerja. Prinsip Bushido diturunkan oleh mereka dari generasi ke generasi.

- Prinsip Samurai

Prinsip mengajarkan tentang harga diri dan tak kenal menyerah. Jika mereka kalah berperang atau bertarung, hara-kiri atau menusukkan pedang ke perut sendiri dilakukan sebagai bentuk harga diri. Saat ini, prinsip tersebut digunakan untuk membangun ekonomi mereka.


- Budaya Keishan

Budaya kerja keras yang kreatif dan inovatif serta produktif menuntut kesungguhan, kerajinan, minat, dan keyakinan dalam bekerja. Budaya ini juga mendorong munculnya kemauan untuk belajar dari orang lain.

- Prinsip Kai Zen

Prinsip Kai Zen sangat menekankan pentingnya tepat waktu atau sesuai jadwal dalam bekerja. Jika tidak, akan terjadi keterlambatan sehingga perusahaan dan konsumen akan mengalami kerugian. Intinya, waktu dan biaya harus optimal untuk menghasilkan produk yang berkualitas.

Amerika Serikat


Amerika Serikat atau dikenal dengan nama Negeri Paman Sam merupakan sebuah negara federal yang mencakup 50 negara bagian. Setiap negara bagian memiliki parlemennya masing-masing yang memegang kekuasaan pada tingkat lokal. 

Wilayah daratannya ditempati oleh 48 negara bagian yang saling berbatasan di Amerika Utara. Alaska yang berbatasan dengan wilayah barat kanada dan Hawaii di Kepulauan Pasifik adalah dua negara bagian lainnya yang terpisah dari daratan utama. Sebaran negara bagian di Amerika Serikat dapat dilihat pada peta berikut ini.

Amerika Serikat merupakan negara maju yang kaya akan sumber daya alam. Beberapa di antaranya adalah batu bara, minyak bumi, tembaga, posfat, timah, dan besi. Bahkan, kekayaan batu bara Amerika Serikat mencapai seperlima atau 27% dari cadangan batu bara dunia (www.indexmundi.com, 2013). 

Amerika juga memiliki bahan tambang yang jarang ditemukan seperti uranium, bauksit, emas, perak, merkuri, nikel, potash, besi, gas alam, dan kayu-kayuan. Wilayah datarannya yang terbentang luas juga cukup subur dan ditanami tanaman sereal, terutama jagung serta dijadikan daerah peternakan.

Selain sumber daya alam tersebut, Amerika juga dikaruniai sumber daya alam berupa wilayah yang sangat luas yang berbatasan dengan dua samudra besar, yaitu Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik sehingga bisa membuat banyak pelabuhan dan hasil laut yang berlimpah. Panjang pantai Amerika mencapai 95.471 mil sehingga mudah untuk diakses dari arah laut. 

Tidak heran jika banyak pendatang (imigran) dari berbagai negara datang ke negara ini dan membuat penduduk Amerika cukup beragam dari sisi ras. Amerika juga dikaruniai lahan subur yang sangat luas terutama di dataran luas di bagian tengah (great plains) sehingga mampu menghasilkan berbagai produk pertanian yang sangat banyak jumlahnya. Oleh karena itu, negara ini dikenal sebagai pengekspor hasil pertanian, seperti gandum dan jagung. Danau-danau yang ada di wilayah ini juga menghasilkan ikan air tawar yang berlimpah.

Karakteristik Negara Maju



Pernahkah kamu mendengar istilah negara maju dan negara berkembang? Apa ciri suatu negara dikatakan sebagai negara maju? Suatu negara dikelompokkan sebagai negara maju atau negara berkembang didasarkan atas kriteria tertentu. Kriteria tersebut mencakup hal-hal berikut.

a. Pendapatan per Kapita yang Tinggi

Pendapatan per kapita adalah ukuran standar hidup suatu negara yang diperoleh dengan cara membagi pendapatan nasional dengan jumlah penduduknya. Pendapatan per kapita menggambarkan keadaan ekonomi suatu negara. Negara yang mampu mengoptimalkan potensi sumber daya perekonomiannya akan berdampak pada pendapatan per kapitanya. Kemampuan tersebut akan terkait potensi sumber daya manusia yang dimilikinya. Negara yang potensi sumber daya manusianya tinggi akan mampu mengoptimalkan sumber daya alamnya dengan baik sehingga berdampak pada pendapatan per kapita penduduknya.

Bagaimanakah posisi pendapatan per kapita Indonesia dibandingkan dengan posisi pendapatan per kapita negara lainnya? Perhatikanlah Tabel Berikut ini

Tabel 1.5. sebagai perbandingan pendapatan per kapita Indonesia dengan beberapa
negara lainnya di dunia.



b. Tingkat Kemiskinan yang Rendah

Di negara maju, tidak semua penduduknya berkecukupan atau kaya. Bahkan, krisis ekonomi yang dialami sejumlah negara maju dewasa ini membuat sebagian penduduknya jatuh miskin bahkan persentase melampaui persentase kemiskinan di sejumlah negara berkembang. Oleh karena itu, sebagian penduduk di negara maju juga termasuk kelompok miskin berdasarkan kreteria batas atau garis kemiskinannya. 

Hanya saja dinegara maju terdapat jaminan sosial yang lebih baik. Negara memberikan berbagai bantuan bagi penduduknya yang miskin, seperti layanan kesehatan dan kebutuhan hidup yang mendasar lainnya. Misalnya di Jerman, 26,7% pendapatan nasionalnya digunakan untuk belanja negara di bidang sosial, sedangkan di Amerika Serikat sebesar 15,9%. Di Indonesia, anggaran untuk bidang sosial hanya 3,32% dari total APBN sehingga jaminan sosial bagi rakyat miskin masih terbatas.

c. Laju Pertumbuhan Penduduk yang Rendah

Data menunjukkan adanya kecenderungan negara-negara maju mengalami gejala penurunan laju pertumbuhan penduduknya. Bahkan, Jepang mengalami angka pertumbuhan negatif. Artinya jumlah penduduknya mengalami penurunan. Mengapa demikian? Beberapa alasan di antaranya seperti berikut.
1). Penduduk di negara maju berpandangan bahwa banyak anak akan
    menghambat kariernya.
2). Laki-laki dan perempuan umumnya memiliki kesibukan sehingga
    mengurangi kesempatan untuk memiliki anak dalam jumlah yang besar.
3). Rata-rata usia menikah relatif tinggi sehingga kemungkinan memiliki
    banyak anak terbatas.
4). Pelayanan kesehatan sangat memadai

d. Tingkat Pendidikan Penduduk yang Tinggi

Tingkat pendidikan penduduk dapat dilihat dari rata-rata lama sekolah yang dicapai oleh penduduk. Rata-rata lama sekolah di negara maju jauh lebih tinggi dibandingkan dengan hal yang sama di negara berkembang (lihat Tabel 1.7). Hal ini dimungkinkan karena negara mampu membangun fasilitas pendidikan yang memadai dan warga negara juga memiliki pendapatan yang tinggi sehingga mampu menyekolahkan anaknya sampai jenjang tertinggi. 

Indikator pendidikan juga dapat dilihat dari angka partisipasi penduduk dalam pendidikan. Di negara maju, hampir semua warganya mampu menamatkan pendidikan sampai jenjang sekolah menengah atas, bahkan perguruan tinggi. Karena itu angka melek hurufnya juga tinggi.

Tabel 1.7 Tingkat Melek Huruf di Indonesia dan Beberapa Negara Maju



e. Kemajuan Teknologi yang Tinggi

Perkembangan industri di negara maju didorong oleh kemajuan teknologi. Ekploitasi atau pemanfaatan sumber daya alam makin mudah dan cepat dengan bantuan teknologi sehingga mampu memberikan hasil yang optimal. Negara yang tidak memiliki sumber daya alam pun, dengan teknologinya, mereka mampu mengolah sumber daya alam yang didatangkan dari negara lainnya sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

f. Keadaan Sosial Budaya

Masyarakat di negara maju memiliki pola pikir yang logis. Mereka tidak percaya dengan hal-hal mistis dan takhyul. Bagi mereka, keberhasilan tidak dicapai dengan serta-merta, tetapi harus dicapai dengan kerja keras dan penuh perencanaan. Hal yang berbeda dengan sebagian masyarakat di Indonesia yang masih percaya mistis.

g. Industrialisasi Berkembang Pesat

Industri di negara-negara maju berkembang sangat pesat sehingga banyak penduduk yang tertarik bekerja pada sektor tersebut dengan imbalan yang lebih baik. Sementara itu, sektor pertanian dilakukan secara mekanisasi sehingga makin sedikit menyerap tenaga kerja. Berikut perbandingan sektor industri dan sektor pertanian di Indonesia dibandingkan dengan sektor yang sama di negara-negara maju.


Salah satu kriteria yang sering digunakan untuk mengukur perkembangan suatu negara adalah pendapatan per kapita penduduknya. Bank Dunia membuat kategori suatu negara berdasarkan pendapatan per kapitanya menjadi: rendah (<875 dolar AS), menengah ke bawah (876 - 3.465 dolar As), tinggi (3.460-10.275 dolar AS), sangat tinggi (>10.726 dolar AS). Berdasarkan sejumlah kriteria, negara-negara berikut layak dikelompokkan sebagai negara maju, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Prancis, Jepang, Kanada, dan beberapa negara Eropa lainnya.



Loading...